TEKNOLOGI BUDIDAYA TRADISIONAL PADI VARIETAS LOKAL DI LAHAN RAWA PASANG SURUT (Studi Kasus Di Kalimantan Selatan)

Izhar Khairullah, Muhammad Saleh

Abstract


Lahan rawa kini dan ke depan sangat strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional mengingat semakin menciutnya lahan produktif, terutama di pulau Jawa.  Lahan rawa terbagi atas lahan pasang surut dan lebak. Pemanfaatan rawa pasang surut untuk pertanian seperti di Kalimantan Selatan, khususnya padi sawah oleh masyarakat dimulai spontan sejak ratusan tahun lalu.  Sebagian besar masih ditanami dengan padi varietas lokal.  Eksistensi padi varietas lokal ini tidak terlepas dari faktor adaptabilitas dan akseptabilitasnya.  Berbagai varietas padi lokal yang ditanam petani termasuk dalam kelompok varietas Siam, Bayar, Pandak, dan Lemo. Teknologi budidaya padi varietas lokal ini mencakup persemaian, pindah tanam dan penanaman, penyiapan lahan, pemupukan, pemeliharaan dan pengendalian OPT, panen, dan prosesing hasil atau pasca panen yang dilakukan petani secara tradisional.  Diperlukan alat tanam tradisional untuk budidaya padi ini seperti tajak, tutujah, ani-ani, dan gumbaan. Teknologi budidaya tradisional padi varietas lokal ini memiliki beberapa kelebihan sekaligus kekurangan ditinjau dari segi teknis dan ekonomis.  Segi positif seperti pengelolaan bahan organik, minim penggunaan pestisida dan minim penyiangan, dan penggunaan benih.  Kekurangannya antara lain potensi hasil rendah, umur dalam, penggunaan tenaga kerja lebih banyak, dan tanpa atau sedikit dalam penggunaan pupuk.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

p-ISSN 1411-0172, e-ISSN 2528-1488