ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK DI MALANG JAWA TIMUR

Juliana Carolina Kilmanun, Ratih Kusumasari Ndaru

Abstract


Tren baru menunjukkan bahwa sayuran hidroponik semakin diminati oleh masyarakat khususnya wilayah perkotaan.  Hal ini karena sayuran yang ditanam secara hidroponik memiliki keunggulan: ramah lingkungan, produksi yang dihasilkan higienis, pertumbuhan tanaman lebih cepat, kualitas hasil tanaman dapat terjaga dan kuantitas dapat lebih meningkat. Selain itu dengan menanam sayuran dengan sistem hidroponik dapat mengatasi krisis lahan. Tujuan tulisan ini adalah: diskripsi gambaran usaha sayuran hidroponik di kota Malang, menganalisis pendapatan dan keuntungan usahatani dari sayuran hidroponik.  Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis diskriptif kualitatif dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sayuran hidroponik diusahakan adalah dalam skala rumah tangga. Pada umumnya sayuran yang diusahakan adalah selada hijau, pakcoy, sawi, bayam, dan kangkung.  Pendapatan kelima jenis sayuran sebesar Rp 1.875.550 dengan keuntungan Rp1.251.260,  R/C ratio sebesar 1,47 yang artinya bahwa usahatani sayuran hidroponik layak untuk diusahakan sebagai sumber pendapatan bagi petani.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

p-ISSN 1411-0172, e-ISSN 2528-1488