PERBEDAAN POLA PEMELIHARAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TERNAK KELINCI DI KABUPATEN LANNY JAYA, PAPUA

Batseba MW Tiro

Abstract


Usaha ternak kelinci di Kabupaten Lanny Jaya masih dipelihara secara tradisional sehingga berdampak terhadap rendahnya produktivitas ternak kelinci yang dihasilkan.  Kajian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas ternak kelinci yang dihasilkan melalui perbedaan pola pemeliharaan dengan memanfaatkan pakan lokal tersedia disekitar lokasi.  Kajian dilaksanakan secara On Farm Research, dan melibatkan kelompok tani Abua Merah dan instansi terkait. Petani yang terlibat sebanyak 15 orang, dan terbagi dalam dua kelompok perlakuan, yaitu pola introduksi (enam orang) dan pola petani (sembilan orang).  Masing-masing kelompok perlakuan menggunakan ternak kelinci betina dara (18 ekor), jantan muda (18 ekor) dan induk (sembilan ekor).  Hasil kajian menunjukkan bahwa PBBH kelinci pada pola introduksi dan pola petani, masing-masing adalah betina dara (6,03 gram per ekor dan 3,84 gram per ekor), dan jantan muda (6,63 gram per ekor dan 5,39 gram per ekor).  Litter size induk masing-masing sebesar 4,67 ekor dan 3,22 ekor.  Tingkat mortalitas masing-masing adalah betina dara (13,9 persen dan 25,0 persen), jantan muda (11,1 persen dan 27,8 persen), dan anak sekelahiran (30,4 persen dan 45,5 persen).  Hasil analisis statistik terhadap PBBH betina dara dan jantan muda berbeda nyata, demikian pula terhadap litter size berbeda nyata tetapi tidak berbeda nyata terhadap bobot lahir.

Full Text:

PDF (Indonesian)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .

 

p-ISSN 1411-0172, e-ISSN 2528-1488