PENGKAJIAN PENGOLAHAN BIJI KAKAO GAPOKTAN LINTAS SEKAYAM SANGGAU KALIMANTAN BARAT

Azri Azri

Abstract


Permasalahan yang dijumpai petani kakao adalah rendahnya mutu biji kakao yang dihasilkan petani. Harga biji kakao di tingkat petani pada tahun 2013 adalah Rp 800 per kg. Diharapkan dengan menerapkan teknologi pengolahan biji kakao berupa produk olahan, seperti bubuk kakao, dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani kakao. Dari aspek pengolahan diharapkan sebagian besar kakao bisa difermentansi dengan persyaratan standar mutu kakao Indonesia sesuai dengan SNI 01-2323-2002, sehingga mutunya dapat diterima di pasar internasional. Pengolahan biji kakao dilakukan setelah biji kakao difermentasi selama tiga sampai enam hari, kemudian dilakukan seleksi biji yang akan digunakan untuk bahan pembuatan produk olahan buah kakao. Bahan biji kakao diperoleh dari hasil panen petani kakao Desa Sotok Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Pengolahan biji kakao dilakukan pabrik pengolahan kakao Gapoktan Lintas Sekayam. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan pengolahan biji kakao menjadi produk kakao berupa: lemak kakao, pasta, dan bubuk kakao, untuk menguji produk olahan biji kakao berupa kadar air dan kadar lemak sesuai dengan standar SNI. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa produk pengolahan biji kakao yang dilakukan oleh Gapoktan Lintas Sekayam belum memenuhi standar SNI karena masih tingginya kadar air biji kakao, sehingga mutu produk yang dihasilkan rendah.


Full Text:

PDF (Indonesian)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .

 

p-ISSN 1411-0172, e-ISSN 2528-1488