PRODUKSI DAN EKONOMI KEDELAI INDONESIA

Sulistiya Sulistiya

Abstract


Produksi kedelai Indonesia hampir tidak pernah beranjak, bahkan cenderung
menurun. Indonesia tidak memiliki lahan luas khusus untuk pertanaman kedelai. Kedelai oleh
petani umumnya hanya merupakan tanaman sampingan atau pengisi lahan kosong setelah
petani menanam padi. Selain naik turunnya harga kedelai yang berdampak pada para
pengusaha tahu dan tempe, ternyata para petani kedelai pun sering merugi. Kebijakan yang
berat sebelah kepada sektor konsumsi dibanding produksi kedelai, menyebabkan produksi
kedelai nasional menurun. Penurunan terjadi terutama karena menyempitnya lahan
pertanaman kedelai milik petani, hal ini terjadi karena kedelai kurang menarik dari sisi usaha
petani sehingga berdasarkan rasionalitasnya, petani lebih mengutamakan komoditas lain,
terutama padi. Makin merosotnya produksi kedelai dalam negeri berakibat pada makin
besarnya ketergantungan pada impor yang tentunya menguras devisa negara. Kebijakan
pengadaan stok kedelai nasional melalui impor memang mudah dilakukan namun dampak
negatifnya bagi perkembangan produksi pertanian dalam negeri, khususnya kedelai, sangat
buruk.

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.37159/j.%20p%20agros.v16i1.187

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .

 

p-ISSN 1411-0172, e-ISSN 2528-1488