RESPON TANAMAN CABAI KERITING AKIBAT BERBAGAI KONSENTRASI POC TIENS GOLDEN HARVEST DAN HORMON GIBERELIN

Porfirian Yudith Milenia, Djarwatiningsih P.S, Guniarti Guniarti

Abstract


Cabai keriting salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai jual yang tinggi, namun dalam pelaksaan budidaya yang belum sempurna dapat mengalami penurunan produksi. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kurangnya unsur hara dan hormon yang dibutuhkan oleh tanaman. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan penggunaan POC TGH dan Hormon Giberelin. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi yang terbaik POC TGH dan Hormon Giberelin, serta mengetahui pengaruh interaksi antara pemberian konsentrasi POC TGH dan Hormon Giberelin. Penelitian ini dilakukan di Dusun Sanggrahan Rt 05 Rw 05 Desa Ngrambe, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dengan ketinggian 413 mdpl menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama konsentrasi POC TGH T0=kontrol; T1= 10 ml/l; T2= 15 ml/l; T3=20 ml/l, faktor kedua yaitu konsentrasi hormon giberelin G0=kontrol; G1= 50 ppm; G2= 80 ppm; G3= 110 ppm. Hasil menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi POC TGH 20 ml/l dan hormon giberelin 50 ppm memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah buah, bobot buah per tanaman per periode tanaman dan jumlah buah total panen per tanaman.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v24i2.1957

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .

 e-ISSN 2528-1488; p-ISSN 1411-0172