PUPUK BERBAHAN AKTIF Trichoderma spp. SEBAGAI AGEN HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KENTANG DI DESA KAPONAN KECAMATAN PAKIS, MAGELANG

Harum Sitepu, Susiana Purwantisari, Ryantoko Setyo Prayitno

Abstract


Trichoderma spp. adalah jamur antagonis yang secara alami merupakan parasit dan mampu menyerang banyak jenis jamur penyebab penyakit tanaman sehingga berpotensi digunakan sebagai pupuk yang mampu dimanfaatkan dalam upaya pengendalian hayati sekaligus alternatif pengganti pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dan cara pemberian pupuk Trichoderma spp. yang efektif digunakan untuk memacu pertumbuhan kentang, dan yang menunda serangan penyakit pada tanaman kentang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 5 (lima) perlakuan yang terdiri dari atas 5 perlakuan dan kontrol yaitu P0 :tanpa perlakuan Trichoderma; P1 :aplikasi semprot Trichoderma 80 gram/10 liter air. P2 :aplikasi semprot Trichoderma 100 gram/10 liter air, P3 :aplikasi Kocor Trichoderma 80 gram/10 liter air,;P4 : aplikasi Kocor Trichoderma 100 gram/10 liter air,; P5: aplikasi Kocor + Semprot Trichoderma 80 gr/10 liter air. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Magelang dengan ketinggian 1.200 m dari permukaan laut. Hasil penelitian menunjukkan pengukuran tinggi tanaman perlakuan P5 secara signifikan berbeda secara dengan P0 (kontrol) sedangkan perlakuan lainnya (P1,P2,P3,dan P4) tidak terlau berbeda signifikan. Pengukuran jumlah daun, perlakuan P1 dan P5 berbeda secara signikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2,P3, dan P4) tidak terlalu berbeda signifikan. Pengukuran banyaknya pertumbuhan tunas setiap tanaman, perlakuan P1 dan P5, berbeda secara signifikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2,P3, dan P4) tidak terlalu berbeda signifikan. Untuk pengukuran skore serangan penyakit P1,P4, dan P5 berbeda secara signikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2, dan P3) tidak terlalu berbeda signifikan.Pengukuran produksi umbi kentang per-tanaman perlakuan P1 dan P5, berbeda secara signifikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2,P3, dan P4) tidak terlalu berbeda signifikan. Kesimpulan dari penelitian adalah aplikasi Kocor + Semprot Trichoderma dan dosis pupuk Trichoderma spp. 80gram/10 liter air yang paling baik meningkatkan pertumbuhan dan menunda serangan penyakit pada tanaman kentang

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i1.2386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .

 e-ISSN 2528-1488; p-ISSN 1411-0172