KUALITAS BENIH JAGUNG MANIS CALON TETUA HIBRIDA UNPAD SETELAH EMPAT BULAN PENYIMPANAN

Rezeki Simamora, Anne Nuraini, M Kadapi, Dedi Ruswandi

Abstract


Rendahnya produktivitas jagung manis di dalam negeri belum dapat menyeimbangi tingginya permintaan jagung manis. Adanya langkah pengembangan benih hibrida menjadi suatu cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi permintaan tersebut. Beberapa koleksi genotipe benih jagung manis hibrida tunggal yang memiliki latar belakang genetik yang berbeda terdiri dari genotipe P dan SR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genotipe mana yang dapat mempertahanankan kualitas benihnya setelah 4 bulan penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dua ulangan dengan 16 genotipe sebagai perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji F, apabila berbeda nyata maka diuji lanjut dengan uji Scott Knott. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada parameter bobot 100 butir, daya berkecambah, keserempakan tumbuh pada 2 bulan setelah penyimpanan dan kadar air, bobot 100 butir, keserempakan tumbuh pada 4 bulan setelah penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe P3 x P2 (x) (3) merupakan genotipe calon tetua hibrida yang mampu mempertahankan kualitasnya setelah 4 bulan penyimpanan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

p-ISSN 1411-0172, e-ISSN 2528-1488