USAHA TANI KEDELAI DAN POTENSI AREAL PENGEMBANGANNYA DI JAWA BARAT (Studi Kasus di Kabupaten Cianjur)

Iskandar Ishaq, Ikin Sadikin

Abstract


Kedelai merupakan satu komoditas unggulan tanaman pangan di Cianjur, seperti ditunjukkan kontribusi produksinya 5.352 ton per tahun atau 21,85 persen  produksi kedelai Jawa Barat. Ada dua jenis usaha tani kedelai di Kabupaten Cianjur, yaitu (a) Usaha tani produk polong atau biji muda dan (b) Usaha tani produk polong atau biji tua atau kering, di sini tingkat keuntungan atas biaya tunai masing-masing Rp.3,71 juta per ha (R/C 2,42) dan Rp 4,35 juta per ha (R/C 2,2). Daerah utama pengembangan kedelai dengan usaha tani pola (a) berada di Wilayah Pembangunan Utara (WPU): Kecamatan Ciranjang, Sukaluyu, dan Kecamatan Bojongpicung. Adapun daerah utama pengembangan kedelai dengan usaha tani pola (b) berada di Wilayah Pembangunan Selatan (WPS): Kecamatan Leles, Cidaun, Karangtengah, dan Sindangbarang. Berdasarkan kesesuaian agroekosistem dan daya dukung lahan, disarankan sebaiknya pengembangan areal produksi (ekstensifikasi) kedelai di Kabupaten Cianjur berturut-turt adalah di Kecamatan Leles (LQ1,83); Cidaun (LQ 1,20); Karangtengah (LQ 1,06); dan Sindangbarang (LQ 1,04). Adapun peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas (intensifikasi), sebaiknya dikembangkan di Kecamatan Ciranjang (LQ 7,64); Sukaluyu (LQ 5,58); dan Bojongpicung (LQ 3,53).


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .

 

p-ISSN 1411-0172, e-ISSN 2528-1488