FORMULASI PENGATURAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM PERATURAN DAERAH RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI MALUKU

La Ode Angga

Sari


The study entitled "Formulation of Green Open Space Arrangement in Local Regulation No.16 of 2013 on Spatial Planning of Maluku Province 2013-2033, with the aim of reconstructing the formulation of open space arrangements in the Provincial RTRW of Maluku Provincial Law, which is regulated in Law No . 26 Year 2007 on Spatial Planning.

This research is a juridical-normative research, ie research conducted on the principles of law, the legal principles in the sense of the value (norm) of concrete law and legal system. In this study using several approaches. The approach used in the research is statutory approach and conceptual approach.

In conducting Reconstruction Formulation of Green Open Space Arrangement in Local Regulation no. 16 of 2013 on RTRW Maluku Province, the authors refer to the Constitution of the Republic of Indonesia, especially Article 28H paragraph (1) and Article 33 paragraph (4) UUDNRI 1945. In addition, the authors refer to Law no. 26 Year 2007 on Spatial Planning especially Articles 28-31 and 55-58, and refers to the principles and legal theories relevant to spatial planning.

Key words : Formulation, Open Green, Bylaw No. RT RW. 16 of  2013


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Buku dan Journal

Asshiddiqie Jimly, “Green Constitution” Nuansa Hijau Undang-Undang Dasar Negara Repubik Indonesia Tahun 1945, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2009.

Gaus Gerald F. dan Chandran, Kukathas dalam buku mereka Handbook Teori Politik, 2012.

Hutchinson Theory, Reseaching and Writing in Law, Lawbook Co, Pyrmon NST 2009 Australia, 2002.

Marzuki Peter Mahmud, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.

Mertokusumo Sudikno, Penemuan Hukum, Yogyakarta: Liberty, 2009.

Lisdiono Edy, Kajiannya tentang Legislasi Penataan Ruang, Studi tentang Pergeseran Kebijakan Hukum Tata Ruang dalam Regulasi Daerah di Kota Semarang, Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Semarang, 2008

Low, Nicohlas & Gleeson, Politik Hijau, Kritik Terhadap PolitikKonvensional menuju Politik Berwawasan Lingkungan dan Keadilan, Nusa Media, Bandung, 2009.

Salim Emil, “Membangun Paradigma Pembangunan” dalam makalah Peluncuran Buku dan Forum Diskusi Mengenai Hasil-Hasil dan Tindak Lanjut KTT Pembangunan Berkelanjutan, Jakarta: 11April 2003.

Steiger Heinhard (et. Al), The Fundamental Riight to Decent Enviroment, dalam Michael Bothe (project coordinator) Trend in Enviromental Policy and Law, Berlin: Erich Schmidt Verlag, 1980.

Perundang - undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945).

Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 No. 140 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 5059).

Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 No. 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun No. 4739)

Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku Tahun 2013-2033, (Lembaran Daerah Tahun 2013 No. 16).

Internet

http://tumoutou.net/702_07134/71034_10.htm, diakses tanggal 3 April 2017, lihat juga https://fitriwardhono.wordpress.com/2012/04/14/pembangunan-kota-berkelanjutan/, diakses tanggal 3 April 2017.

https://fitriwardhono.wordpress.com/2012/04/14/pembangunan-kota-berkelanjutan/, diakses tanggal 3 April 2017.

http://74.6.239.67/search/cache?ei=UTF 8&p=%22city+designed+with+consideration%22&fr=my-myy&u=en.wikipedia.org/wiki/Sustainable_city&w=%22city+designed+with+consideration%22&d=T2eEhExISq_o&icp=1&.intl=us), diakses tanggal 3 April 2017.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##

Flag Counter