PERAN PENGADILAN AGAMA DALAM PENANGANAN DAN PENANGGULANGAN PERCERAIAN

Samun Ismaya

Sari


This research is based on the fact that the number of divorce rate that occurred in Gunung Kidul regency recently, even on average there are about 100 divorce decisions every six months and this has not been the case of divorce into the Religious Courts. With this high divorce rate becoming a further interest to study it in a study of the role of government in this case the Religious Courts in the effort to overcome and handling Divorce in Gunung Kidul Regency in addition to looking for the reasons why the divorce rate is so high.

In the concept of the State welfare law, the government has an obligation to play an active role in creating prosperity for the community in the form of creating an atmosphere of tranquility, happiness and order in various aspects of community life, especially in the family field. The function and role of government which are then deregulated in various organs and government institutions are so dominant in creating the ideals of the welfare state law.

This research was conducted by using normative legal research methods supported by secondary data in the form of legal materials and data relating to the role of government in this case the Religious Court in the control and handling of divorce that occurred in Gunung Kidul Regency.

In literature research that will produce secondary data is done by studying the documents relating to the research topic which is then analyzed by using qualitative analysis based on the norms or theories applicable which then described in the form of identification, analysis and then compiled back in order to draw conclusions. The results of this study are expected to be useful for the development of science, especially the science of law and more specifically the law of State administration and constitutional law. Besides, this research is also expected to provide inputs in an effort to maximize the role of government in creating community welfare through efforts to overcome and decrease divorce rate that occurred in Gunung Kidul Regency.

 

Keywords: Role of PA, handling, handling, divorce


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdul Manan, 2005, Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama, Prenada Media, Jakarta.

A. Hamid S. Attamimi, 1996, Kedudukan Kompilasi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional, dalam DImensi Hukum Islam Dalam Sistem Hukum Nasional, Gema Insani Press, Jakarta.

Ahmad Kuzari, 1995, Perkawinan Sebagai Sebuah Perikatan, Rajawali Pers, Jakarta.

Ahmad Rofiq, 2001, Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia, Gama Media, Yogyakarta.

Ahmad Zaenal Fanani, 2011, Berfikir Falsafati dalam Putusan Hakim, Varia Peradilan 304, Maret 2011.

Agoes Dariyo, 2004, Memahami Psikologi Perceraian dalam Keluarga, Jurnal Psikologi, Volume 2 No. 2.

Ali, Zainuddin, 2006, Hukum Perdata Islam Di Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta.

Amir Mu’alim dan Yusdani, 2001, Konfigurasi Pemikiran Hukum Islam, Cet. II, UII Press, Yogyakarta.

Amir Syarifuddin, 1993, Pembaharuan Pemikiran dalam Hukum Islam, Angkasa Raya, Padang, Cet. 2.

Asshiddiqie, 2004, Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta.

Ayzumardi Azra, 1996, Pergolakan Politik Islam dari Fundamentalisme, Modernisme, Hingga Post-Engineering, Paramadina, Jakarta, hal. 1. Lihat juga Waqar Ahmad Husaeni, 1983, Islamic Environmental Engineering, Alih Bahasa, Anas Mahyudin, Sistem Pembinaan Masyarakat Islam, Pustaka, Bandung.

Bell, K. M., & Naugle, A. E. (2007). Effects of Social Desirability on students’ self reporting of partner abuse perpetration and victimization. Violence and Victim, 22, 243-256.

Damsyi Hanan, “Membludaknya Perkara Masuk Di Pengadilan Agama Pasca One Roof System Dan Peranan Mediasi Dalam Mengurangi Penumpukan Perkara”, makalah, hal. 1 (Dalam Malik Ibrahim, Efektifitas Peran Mediasi Dalam Menanggulangi Perceraian Di Lingkungan Peradilan Agama, Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga.

Djazuli, 1996, Prospek Hukum Islam dalam Pembangunan Hukum Nasional Sebuah Perjalanan Panjang, dalam Amrullah Ahmad, SF. Et.al., Dimensi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional Mengenag 65 Tahun Prof. Dr. H. Bustanul Arifin, SH., Gema Insani Press, Jakarta.

Domiri, 2016, Analisis Tentang Sistem Peradilan Agama Di Indonesia, Jurnal Hukum & Pembangunan 47 No. 3 (2016), (http://jhp.ui.ac.id/index.php/home/article/viewFile/92/pdf).

Hakimul Ikhwan Affandi, 2004, Akar Konflik Sepanjang Masa, Elaborasi Pemikiran Ibnu Khaldun, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Hilman Hadikusuma, 1990, Hukum Perkawinan Indonesia, Mandar Maju, Bandung.

Joseph Schacth, 1971, An Introduction to Islamic Law, Oxford at the Claredon Press, London.

J.N.D. Anderson, 1991, Hukum Islam di Dunia Modern, Amar Press, Surabaya.

Jimly Asshiddiqie, 2007, Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi, Bhuana Ilmu Populer.

Jimly Asshiddiqie, Gagasan Negara Hukum Indonesia, http://www.jimly.com/makalah/namafile/135/Konsep_Negara_Hukum_Indonesia.pdf.

Jimly Asshiddiqie, 2010, Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta.

Kamal Mukthar, 1974, Asas-asas Hukum Tentang Perkawinan, Bulan Bintang, Jakarta.

Lexy J, Moleong, 2008, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cetakan Keenambelas, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Mahkamah Agung Republik Indonesia, 2007, Panitera Pengadilan, Tugas, Fungsi, dan Tanggung Jawab, Mahkamah Agung, Jakarta.

Marwan Mas, 2004, Pengantar Ilmu Hukum, Ghalia Indonesia, Bogor.

Miriam Budihardjo, 2008, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Edisi Revisi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. (dalam Zulkarnain Ridlwan, Negara Hukum Indonesia Kebalikan Nachtwachterstaat , Fiat Justitia Jurnal Ilmu Hukum Volume 5 No. 2 Mei-Agustus 2012, ISSN 1978-5186( https://media.neliti.com/media/publications/36818-ID-negara-hukum-indonesia-kebalikan-nachtwachterstaat.pdf)

Moh. Mahfud MD, 1999, Hukum Dan Pilar-Pilar Demokrasi, Gama Media, Yogyakarta.

Muhammad Bin Ismail Al-Kahlany, 1950, Subulus Salam Musthofa Al-Baby, Al-Halby, Mesir.

Muhammad Tahir Azhary, 1992, Negara Hukum: Suatu Studi tentang Prinsip-Prinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini, Bulan Bintang, Jakarta. (dalam http://www.jimly.com/makalah/namafile/135/Konsep_Negara_Hukum_Indonesia.pdf)

Muh. Salam Madzkur, 1964, al-Qodlo Fil Islam, Daarun Nahdloh, Beirut.

M. Yahya Harahap, 2007, Kedudukan Kewenangan Dan Acara Peradilan Agama, Sinar Grafika, Jakarta.

M. Taufik Makaro, 2004, Pokok-Pokok Hukum Acara Perdsata, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Muslih, Hukum Acara Peradilan Agama, Artikel (Materi Hukum Acara Peradilan Agama, disampaikan pada tgl 7 Agustus pada PKPA kerjasama PBHI-PERADI).

Nuruddin, Amiur & Azhari Akmal Tarigan, 2004, Hukum Perdata Islam Di Indonesia: Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam Dari Fikih, UU No. 1/1974 sampai KHI, Kencana, Jakarta.

Paulus E Lotulung, Kebebasan Hakim dalam sistem Penegakan Hukum, Makalah disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII, Tema “Penegakan Hukum dalam Era Pembangunan Berkelanjutan”, Diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia RI, Denpasar, 14-18 Juli 2003, Halaman 3. (dalam Zulkarnain Ridlwan, Negara Hukum Indonesia Kebalikan Nachtwachterstaat , Fiat Justitia Jurnal Ilmu Hukum Volume 5 No. 2 Mei-Agustus 2012, ISSN 1978-5186 ( https://media.neliti.com/media/publications/36818-ID-negara-hukum-indonesia-kebalikan-nachtwachterstaat.pdf)

Putri Novita Wijaya, 2008, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perceraian Dalam Perkawinan, Skripsi, Fakultas Psikologi, Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang.

Riyanta, 2002, Legislasi Pada Masa Rasulullah, dalam Ainurrofiq et.al. Mazhab Jogja Menggagas Paradigma Ushul Fiqh Kontemporer, Ar-Ruzz Press, Yogyakarta.

Ritzer, George dan Douglas, J. Goodman, 2011, Teori Sosiologi Modern, Penada Media, Jakarta.

Rochmat Soemitro, 1976, Masalah Peradilan Administrasi dan Hukum Pajak di Indonesia, Eresco, Bandung.

Rony Hanitijo Soemitro, 1990, Metode Penelitian Hukum dan Jurimetri, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Satjipto Raharjo, 1986, Hukum dan Masyarakat, Angkasa, Bandung.

Subekti, 1976, Pokok-Pokok Hukum Perdata, Intermasa.

Sudikno Mertokusumo, 1998, Hukum Acara Perdata Indonesia, Liberty, Yogyakarta.

Sudikno Mertokusumo, 1991, Mengenal Hukum Suatu Pengantar, Liberty, Yogyakarta.

Supomo, Hukum Acara Pengadilan Negeri, dikutip oleh K. Wantjik dalam Hukum Perdata Indonesia, Ghalia, Indonesia, Jakarta, 1979.

Tatang M. Amirin, 1996, Pokok-Pokok Teori Sistem, Rajawali Pers, Jakarta.

Tim Ganesa Sains Bandung, 2001, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Penabur Ilmu, Bandung.

Theo Huijbers, 1995, Filsafat Hukum, Kanisius, Yogyakarta.

T.O. Ihromi, 2004, Sosiologi Keluarga, Yayasan Obor Indonesia.

Zulkarnain Lubis, Paradigma Makna Perceraian, Artikel dalam https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/paradigma-makna-perceraian-oleh-drs-zulkarnain-lubis-m.

Zulkarnain Ridlwan, Negara Hukum Indonesia Kebalikan Nachtwachterstaat, Fiat Justitia Jurnal Ilmu Hukum Volume 5 No. 2 Mei-Agustus 2012( https://media.neliti.com/media/publications/36818-ID-negara-hukum-indonesia-kebalikan-nachtwachterstaat.pdf).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##

Flag Counter