Evaluasi Kinerja Penyedia Jasa Pelaksana Pada Pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Embung Kemiri

Sahadi Sahadi, Buddewi Sukindrawati

Sari


Pelaksanaan proyek yang berhasil tepat waktu tepat mutu tepat biaya merupakan harapan semua pihak khususnya pihak yang terkait dan punya tanggung jawab dalam mengelola proyek tersebut. Demkian juga pada pelaksanaan proyek rehabilitasi Embung Kemiri Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2017, berjalan dengan baik dan berhasil. Untuk mengetahui hal tersebut, maka kinerja penyedia jasa pelaksana atau kontraktor akan dievaluasi. Tujuan studi kasus ini adalah Mengetahui perbandingan durasi waktu dan tenaga, antara rencana awal dan realisasi di lapangan, dengan hitungan critical path method secara manual pada proyek embung kemiri. Mengevaluasi tiap kegiatan pekerjaan, pada proyek Rehabilitasi Embung. Metodologi, pengambilan data berupa wawancara dan dokumen proyek, serta kajian literatur dari berbagai sumber pustaka. Pengambilan data dilakukan dengan meminta langsung dokumen pada instansi Kementrian Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Wilayah Sungai Serayu Opak Kota Yogyakarta berupa dokumen atau kontrak proyek, rencana anggaran biaya proyek, time schedule proyek, laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, laporan akhir proyek, dokumentasi proyek. Rencana analisis data, Pengolahan data, dalam studi ini akan menggunakan  Critical Path Method (CPM), program Microsoft Excel dan koefisien AHSP Peraturan Menteri PUPR RI Tahun 2016. Hasil studi adalah sebagai berikut, bahwa perbandingan durasi waktu dan tenaga kerja, antara rencana dangan critical path method (cpm) dalam bentuk persen, sebagai berikut, durasi: terdapat perbedaan sebesar 46% antara rencana (68 hari) dan cpm (23 hari), terdapat perbedaan sebesar 6% antara rencana (68 hari) dan realisasi (55 hari), terdapat perbedaan sebesar 33% antara cpm (23 hari) dan realisasi (55 hari). Tenaga kerja: terdapat perbedaan sebesar 38% antara rencana (25 OH) dan cpm (52 OH), terdapat perbedaan sebesar 22% antara rencana (25 OH) dan realisasi (22 OH), terdapat perbedaan sebesar 36% antara cpm (52 OH) dan realisasi (22 OH). Evaluasi pekerjaan sebagai berikut, minggu ke-1 sampai minggu ke-13 pelaksanaan pekerjaan sangat baik, masuk minggu ke-14 sampai minggu ke-26 pelaksanaan pekerjaan kurang baik. Pelaksanaan proyek harus diperpanjang durasi pelaksanaannya selama dua minggu untuk menyelesaikan proyek 100%.


Referensi


Austen, A. D., dan Neale, R. H., 1984. Managing Construction Projects International Labour

Organization. Alih bahasa : Agus Maulana, PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.

Ervianto, W. I. (2005). Manajemen Proyek Konstruksi. Andi offset: Yogyakarta.

Gray, C., Simanjuntak, P., Sabur, L. K., Maspaitella, P., dan Varley, R. (2007). Pengantar Evaluasi Proyek Edisi Kedua. Gramedia: Jakarta.

Intan Bayani bt Zakaria, Mohamad Redhuan Bin Mohamed, Nadira bt Ahzahar and Siti Zubaidah bt Hashim. A Study on Leadership Skills of Project Manager for a Successful Construction Project. International Academic Research Journal of Social Science 1(2) 2015 Page 89-94.

I. Othman, A. Idrus & M. Napiah. Human resource management in the construction of a sustainable development project: towards successful completion, WIT Transactions on Ecology and The Environment, Vol 162, © 2012

WIT Press.

Rani, H. A. (2016). Manajemen Proyek Kontruksi. Depublish: Yogyakarta.

Soedibyo. (1993). Teknik Bendungan. Pradnya Paramita: Jakarta.

Zarina Alias, Emma Marinie Ahmad Zawawi, Khalid Yusof, N.M. Aris. Determining Critical Success Factors of Project Management Practice: A conceptual framework. Procedia-Social and Behavioral Sciences 153 (2014) 61–69.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.