Menentukan Bagian Pekerjaan Yang Sering Menyimpang Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Bangunan Gedung

Sahadi Sahadi

Sari


Pelaksanaan proyek konstruksi di berbagai tempat khususnya proyek konstruksi bangunan gedung sering terjadi penyimpangan atau tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam dokumen kontrak, hal ini tidak dikehendaki oleh semua pihak khususnya pihak pemilik. Setelah diketahui bahwa bagian pekerjaan yang sering terjadi penyimpangan, pada pelaksanaan proyek konstrusi yang akan datang penyimpangan tersebut dapat dihindarkan dengan cara mengawasi dengan ketat bagian pekerjaan yang sering terjadi penyimpangan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagian pekerjaan yang sering menyimpang pada pelaksanaan proyek konstruksi bangunan gedung terdiri atas, pelaksanaan pekerjaan pondasi (pondasi menerus, foot plate, tiang pancang, dan boor pile), struktur (kolom, balok, plat lantai), pekerjaan atap, pekerjaan arsitektur atau finishing (dinding, lantai, plafon, pintu-jendela, cat dll) dan pekerjaan mekanikal & elektrikal, selanjutnya mengetahui jenis pekerjaan yang paling dominan atau sering menyimpang dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Metode penelitian, data pada penelitian ini diperoleh dengan cara membagikan quesioner dan dibantu dengan wawancara langsung dengan responden. Populasi dan sampel pada penelitian ini yaitu pelaksanaan proyek di seluruh Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah data diperoleh, dalam menganalisis data menggunakan program SPSS dengan metode Analisis Faktor. Kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut, bagian pekerjaan yang sering menyimpang ada tiga pekerjaan yaitu sebagai berikut: Pertama pekerjaan struktur, yaitu: pembesian atau kualitas besi, pencoran beton atau kualitas beton dan begisting. Kedua pekerjaan pondasi, yaitu: dimensi atau ukuran pondasi, campuran pasangan atau cor dan kualitas bahan. Ketiga pekerjaan mekanikal, elektrikal dan plumbing, yaitu: aksesoris pekerjaan listrik, box panel, serta lampu dan perlengkapannya.

Referensi


Aaker, D. A., Kumar, V., Day, G. S., and Leone, R. P., 2011. Marketing Research, Jonh Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd. U.S.A.

Austen, A. D. and Neale, R. H. (1991), Manajemen Proyek Konstruksi, PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.

Burati, J. L., Farrington, J. J., and Ledbetter, W. B., (1992), Caurses of Quality Deviation in Design and Construction, Journal of Construction Enineering and Management, Vol. 118.

Barrie D.S. and Paulson B.C. JR. (1992) “Professional Construction Management”, McGraw-Hill International Edition.

Davis, K., Ledbetter, W. B., and Burati, J. L., (1985), meansuring design and construction quality cost, Journal of Construction Enineering and Management, ASCE, Vol. 115 (3)

Ireland, L. R. (1991), Quality Management for Project and Programs, Project Management Institute.

Letbetter. W. B., (1994), Quality Performance on Succesful Project, Journal of Construction Engineering ang Management, Vol. 120.

Newman, W.H., (1977) ”The Process of Managemen”, Prentice Hall, India.

Soekoto, I., (1987), Pengendalian Pelaksanaan Konstruksi, Departemen

Siegel, S. (1997), Stastistik Nonparametrik untuk Ilmu Sosial, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Wah, L. S., Min L. C., and Ann T. W., (1994), ISO 9000 In Construction, McGraw-Hill Book Co, Singapure.

Rothery, B., (1995), Analisis ISO 9000, PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.

Wahana Komputer dan Andi, (1997), Analisis Stastistik Nonparametrik (SPSS 7.5), Andi Offset, Yogyakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.