PEKA FOTOPERIOD, SIFAT PENTING VARIETAS LOKAL PADI RAWA PASANG SURUT

Izhar Khairullah

Abstract


Varietas lokal padi rawa pasang surut termasuk padi peka fotoperiod hari pendek yang hanya berbunga ketika penyinaran matahari lebih pendek daripada perioda panjang hari kritisnya. Di Indonesia, panjang hari terpendek terjadi bulan Juni, sehingga umumnya varietas lokal padi pasang surut berbunga pada bulan tersebut. Meskipun tergantung varietas lokal dan awal persemaiannya serta suhu, pembungaan di lahan rawa pasang surut terjadi pada April sampai Juli. Sifat peka fotoperiod penting untuk lahan rawa pasang surut karena genangan cukup tinggi sehingga bibit muda tidak bisa ditanam. Bibit padi yang diperlukan adalah bibit yang tinggi, besar, kuat. Untuk mendapatkan bibit demikian perlu masa pembibitan panjang (tiga hingga empat bulan) pada lahan yang agak tinggi sehingga tidak tenggelam. Fase vegetatif yang panjang varietas ini karena adanya fase vegetatif fotoperiod atau fase pertumbuhan ‘lag vegetative’. Persemaian dimulai pada Desember dan pertanaman pada April. Bibit dipindahtanam dua kali sambil menunggu surutnya air dan sekaligus memperbanyak bibit dengan pemecahan bibit. Dengan cara demikian keperluan benih per hektar hanya lima kg yang berarti lebih hemat enam kali dibanding dengan penggunaan bibit muda (21 hari) yang pada umumnya digunakan untuk varietas unggul.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

p-ISSN 1411-0172, e-ISSN 2528-1488