Pendampingan Inovasi Kawasan Melalui Pemnfaatan Lahan Sebagai Taman Bermain dan Herbal Learning Field Warga RW 09 Pugeran Depok Sleman Yogyakarta

Lutfi Chabib, Akhmad Fauzy

Sari


Pandemi Covid-19 yang terjadi, mempengaruhi banyak aspek kehidupan, diantaranya adalah aspek kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Selain itu, adanya aturan pembatasan pergerakan masyarakat dalam rangka meminimalisir penyebaran virus Covid-19, mengakibatkan masyarakat perlu menyesuaikan diri dengan keadaan. Kegiatan pendampingan masyarakat dalam memanfaatkan lahan untuk mengurangi kemungkinan warga (Khususnya anak-anak) terpapar virus Covid-19 yang disebabkan oleh tingginya mobilitas warga dapat diminimalisir dengan adanya Taman Bermain Anak, sedangkan keberadaan Herbal Learning Field dapat meningkatkan pengetahuan (Transfer Knowledge) warga akan pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi ini. Tersedianya Taman Bermain Anak bertujuan untuk mengurangi mobilitas warga (Khususnya Anak-anak) dan Lahan Tanaman Herbal berfungsi untuk memenuhi keperluan keluarga akan kebutuhan bahan obat tradisional secara preventif maupun kuratif dalam mengatasi masalah kesehatan. Pada dasarnya obat yang berasal dari sumber bahan alami khususnya tanaman telah memperlihatkan peranannya dalam penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat. Salah satu fungsi Tanaman Herbal adalah sebagai sarana dalam upaya preventif (pencegahan), upaya promotif (meningkatkan/menjaga kesehatan) dan upaya kuratif (penyembuhan penyakit) pada suatu kelompok masyarakat. (Mindarti, 2015) Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat warga di lingkungan RW.09 Pugeran Maguwoharjo akan pentingnya meminimalisir mobilitas dimasa pandemi dengan adanya Lahan Bermain Anak, sedangkan keberadaan Pugeran Herbal Learning Field dapat dioptimalkan dalam rangka menjaga kesehatan melalui pemanfaatan tanaman herbal yang dapat meningkatkan produktivitas dalam menunjang peningkatan kesejahteraan warga masyarakat. Kawasan RW.09 Padukuhan Pugeran Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta saat ini telah memiliki Taman Bermain untuk melokalisir mobilitas anak-anak dalam bermain di masa pandemi Covid-19. Selain itu, kapasitas sumber daya manusia di wilayah RW.09 dengan adanya Herbal Learning Field juga semakin meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Gallion, A.B., Eisner S., 1996, Pengantar

Perancangan Kota: Desain dan

Perencanaan Kota, Jakarta Indonesia,

Penerbit Erlangga

Grey, GW., Deneke, FJ., 1986, Urban

Forest (Second Edition). New York

(US): J Wiley.

Katno dan Pramono S., 2010, Tingkat

Manfaat dan Keamanan Tumbuhan

Obat dan Obat Tradisional,

Semarang.

Mindarti, S., Nurbaeti, B. 2015, Buku Saku

Tanaman Obat Keluarga (TOGA),

BPTP Lembang Bandung, Jawa Barat

Nowak, DJ., Hirabayashi, S., Doylec, M.,

McGovernc, M., Pasherc, J., 2018,

Air pollution removal by urban

forests in Canada and its effect on air

quality and human health. Urban

Forestry and Urban Greening. 29:

Sinambela, 2003, Standarisasi Sediaan

Obat Herba. Makalah pada Seminar

dan Pameran Nasional POKJANAS

TOI, Jakarta, 25-26 Maret.

Tilburt, J.C., Kaptchuk, T.J., 1998, Herbal

Medicine Research and Global Earth:

an Ethical Analysis, World Health

Organization (WHO), USA.

Wu, X., Nethery, R.C., Sabath., M.B.,

Braun, D., Dominici, F., 2020, Air

pollution and COVID-19 mortality in

the United States: Strengths and

limitations of an ecological

regression analysis. Science

Advances. 6(45).

Yang, JJ., McBride, J., Zhou, J., Sun, Z.,

, The urban forest in Beijing and

its role in air


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##

LP3M Universitas Janabadra