KAJIAN YURIDIS DAMPAK PANDEMI COVID TERHADAP TINGKAT PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA WONOSOBO

Puji Puryani, Amri Syafriah

Sari


Perkawinan adalah ikatan sosial atau ikatan perjanjian hukum antara pribadi yang membentuk hubungan kekerabatan dan merupakan suatu pranata dalam budaya Indonesia. Perceraian ialah suatu putusnya perkawinan antara kedua belah pihak yaitu suami dan istri karena terjadi suatu ketidakharmonisan hubungan keluarga yang retak atas dasar dari sebuah faktor internal atau faktor eksternal pada meja hijau. Perceraian yang terjadi tentu juga akan menimbulkan akibat hukum terhadap suami dan istri, anak dan harta bersama. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian. Penelitian ini menyangkut permasalahan perkawinan, perceraian, pandemi covid-19 dan yang menjadi dasar hakim yaitu HIR dan KHI. Sebagaimana HIR adalah tata perundang-undangan yang lebih mendasari dan lebih dipakai hakim dalam menyelesaikan perkara perceraian serta menetapkan putusannya dengan jenis dasar putusan hakim terhadap pihak-pihak bercerai. Penelitian ini menggunakan metode hukum Normatif. Dalam hal teknik pengumpulan data penulis melakukan pendekat yuridis, menganisis permasalahan dari sudut pandang/menurut hukum perundang-undangan yang berlaku. Dari hasil penelitian penulis bahwa yang berdasarkan alasan-alasan perceraian dikabupaten Wonosobo, dari hasil penelitian yang diperoleh dalam sebuah alasan yang diberikan oleh para pihak suami maupun istri memberikan alasan berupa hubungan diluar nikah/zina, mabuk, pandat dan judi. Dasar putusan hakim di Pengadilan Agama Wonosobo dengan perkara nomer: 2281/Pdt.G/2021/PA.Wsb. bahwa hakim membuat putusan berdasarkan alasan-alasan yang terjadi secara nyata, bukti-bukti yang telah terbukti sehingga semua tahapan yang dicapai dapat penghasilkan sebuah putusan. Sebelum hakim membuat putusan hakim akan melihat duduk perkata dan alasan-alasan yang diajukan pemohon sesuai dengan Pasal 29 Undangundang Nomor 16 Tahun 2019 dan Pasal 116 Komplikasi Hukum Islam, selain itu hakim harus melakukan tahapan-tahapan sidang sebelum menjatuhkan putusan.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.