Pemanfaatan Limbah Sapi sebagai Biogas dan Pupuk Cair untuk Tanaman Sayuran

Subeni Subeni, Sukoco Sukoco

Sari


Perbaikan lingkungan yaitu dengan membangun kerjasama antara peternak sapi dengan kelompok tani bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan karena kotoran sapi yang menumpuk dan menghasilkan biogas sebagai pengganti bahan bakar, serta kelompok tani dapat menggunakan limbah cair atau pupuk cair dari kotoran sapi yang difermentasi selama proses produksi biogas untuk memupuk tanaman sayurannya. Metode implementasi dengan menerapkan teknologi tepat guna, antara lain; teknologi digester yang menghasilkan biogas dan pupuk organik cair; kompresor atau blower sebagai penguat biogas, instalasi pipa pvc sebagai saluran biogas, model shelter pupuk cair yang dilengkapi dengan pompa, dan kompor biogas. Selanjutnya untuk pemupukan diterapkan dengan pupuk cair, cara tanam di polibag, pembuatan media tanam, dan cara perawatannya. Hasil dan keluaran dari program pengabdian masyarakat ini adalah: biogas yang rutin digunakan untuk memasak dan menghangatkan makanan sapi, tumpukan kotoran sapi sedikit berkurang, adanya pupuk cair selalu siap tersedia setiap saat, dan tanaman selalu dapat dipupuk sesuai waktu yang telah ditentukan.

Kata kunci : biogas, pupuk cair, sayura.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Wahyuni, S. 2015. Panduan Praktis Biogas. Penebar Swadaya. Jakarta Timur. 116 hlm

Ayub, A. Haryanto, S. Prabawa. 2015. Produksi Biogas dari Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) Melalui Proses Fermentasi Kering.Artikel Ilmiah Teknik Pertanian Lampung: 33 – 38

Wahyuni, S. 2017. Biogas Hemat Energi Pengganti Listrik, BBM dan Gas Rumah Tangga, Jakarta: PT Agromedia Pustaka

Sukoco, Untoro dan Subeni. 2012. Laporan Pelaksanaan IbM Peternak Sapi dan Petani Salak. Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Janabadra Yogyakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.