PENERAPAN GHP (GOOD HANDLING PRACTICES) TERHADAP MUTU TEMBAKAU
Abstract
Tobacco is one of the most important trading commodities and a source of state revenue through taxes, foreign exchange, excise, and is a source of income for farmers. Tobacco production is usually used for the manufacture of domestic cigarette products. The Kedungadem District area which tends to be hilly, allows tobacco to grow more optimally. Because the soil structure in hilly areas generally does not store much water, it is very suitable for growing tobacco plants. The purpose of this study was to determine the application of GHP to tobacco quality in Megale Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency. To determine the effect of GHP application on tobacco quality in Megale Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency. This research method is interview, observation, questionnaire, literature study. Data analysis used in this research is six sigma and multiple linear regression analysis. Based on the results of the study, it was shown that the implementation of Good Handling Practices (GHP) by tobacco farmers in Megale Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency was in accordance with the applicable GHP guidelines and SOPs. Quality variable 1 (X1) partially has a significant effect on tobacco GHP. This is evidenced by the results of the tcount 3.028 > ttable 2.048. Quality variable 1 has also passed the classical assumption test. Quality variable 2 (X2) partially has a significant effect on tobacco GHP. This is evidenced by the results of the tcount 2.199 > ttable 2.048. Quality variable 2 has also passed the classical assumption test. Quality variable 3 (X3) partially has a significant effect on tobacco GHP. This is evidenced by the results of the tcount -0.530 <ttable 2.048. This variable has also passed the classical assumption test. The Fcount value is smaller than Ftable (1.340 <2.93) at a significance level of 0.05 (a = 5%). H1 is rejected and H0 is accepted, which means that the variable quality 1 (X1), quality 2 (X2), and quality 3 (X3) simultaneously or together have a significant effect on the GHP variable (Y).
INTISARI
Tembakau menjadi salah satu komoditas perdagangan yang sangat penting dan menjadi salah satu sumber pendapatan negara melalui pajak, devisa negara, cukai, dan merupakan sumber pendapatan petani. Produksi tembakau biasanya di gunakan untuk pembuatan produk rokok domestik. Wilayah Kecamatan Kedungadem yang cenderung perbukitan, memungkinkan tembakau bisa tumbuh lebih maksimal. Karena struktur tanah didaerah perbukitan yang umumnya tidak menyimpan banyak air, sehingga sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman tembakau. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan GHP terhadap mutu tembakau di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.Untuk mengetahui pengaruh penerapan GHP terhadap mutu tembakau di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian ini adalah wawancara, observasi, kuisioner, study pustaka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah six sigma dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Good Handling Practices (GHP) oleh petani tembakau di Desa Megale Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro sudah sesuai dengan pedoman GHP dan SOP yang berlaku,. Variabel mutu 1 (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap GHP tembakau. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai thitung 3,028 > ttabel 2,048. Variabel mutu 1 juga telah lolos uji asumsi klasik.Variabel mutu 2 (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap GHP tembakau. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai thitung 2,199 > ttabel 2,048. Variabel mutu 2 juga telah lolos uji asumsi klasik. Variabel mutu 3 (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap GHP tembakau. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai thitung -0,530 < ttabel 2,048. Variabel ini juga telah lolos uji asumsi klasik. Untuk nilai Fhitung lebih kecil dibandingkan Ftabel (1,340 < 2,93) dalam taraf signifikansi 0,05 (a = 5%). H1 ditolak dan H0 diterima yang berarti variabel mutu 1 (X1), mutu 2 (X2), dan mutu 3 (X3) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel GHP (Y).
Full Text:
PDFReferences
Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Matnawi. 2011. Klasifikasi tanaman tembakau, Institut Teknologi Nasional (Matnawi, 2011 : 4)
Moleong, Lexy. 2014. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Jakarta: Remaja Rosda Karya
Permentan RI. 2012. Pedoman Penanganan Pascapanen Tembakau. NOMOR 56/PERMENTAN/OT.140/9/2012
Samsuri Tirtisastro, Wahyu Musholaeni. 2015. Penanganan panen dan pascapanen tembakau di Kabupaten Bojonegoro. Vol 15 No 2: 155-164, 2015
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Surga Ridwani. Penerapan Metode Six Sigma (DMAIC)Untuk Menuju Zero Defect Pada Produk Air Minum Ayia Cup 240 ml. Vol. 3 No. 1 (2019): JISTIN Vol 3 No 1
Widoyoko. 2014. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta:Pustaka Pelajar
Yuliara, I. M. (2016). Regresi Linier Berganda. Denpasar: Universitas Udayana.
DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3043
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172














