ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN LIMBAH SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOMASSA (PLTBM) DI KABUPATEN OGAN ILIR (STUDI KASUS: PT BUYUNG PUTRA PANGAN)
Abstract
Rice husk waste generated from rice milling factories will cause environmental problems if not managed properly. In fact, rice husk waste is a source of biomass that can be used as fuel for biomass power plant (PLTBm). The processing of rice husk waste as fuel for PLTBm at PT Buyung Putra Pangan is one form of activity that can increase the value of rice husk waste. The aim of the study was to determine the amount of added value of rice husk waste in its processing as fuel for PLTBm. The method used in this study is added value analysis using the Modified Hayami Method. The result obtained in this study was that the total profit obtained from processing rice husk waste into PLTBm fuel was US$ 1,528,726 per year or 57%. This added value ratio exceeds 40% and was included in the high category.
INTISARI
Limbah sekam padi yang dihasilkan dari pabrik penggilingan beras tentunya akan menimbulkan problem lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Padahal, limbah sekam padi merupakan salah satu sumber biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrim tenaga biomassa (PLTBm). Proses pengolahan limbah sekam padi sebagai bahan bakar PLTBm di PT Buyung Putra Pangan merupakan salah satu bentuk aktivitas yang dapat meningkatkan nilai pada limbah sekam padi. Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya nilai tambah limbah sekam padi dalam pengolahannya sebagai bahan bakar PLTBm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis nilai tambah menggunakan Modifikasi Metode Hayami. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah total keuntungan yang diperoleh dari pengolahan limbah sekam padi menjadi bahan bakar PLTBm adalah sebesar US$1,528,726 per tahun atau 57%. Rasio nilai tambah ini melebihi angka 40% dan termasuk ke dalam kategori tinggi.Full Text:
PDFReferences
Agung, H., Sardjono., Widodo T.W., Nugroho, P., & Cicik, S. (2006). Bioenergi dan mekanisasi pertanian untuk pembangunan industri pertanian. Prosiding Seminar Nasional Mekanisasi Pertanian. Bogor.
Diarsa, A.W., Januar, J., & Suwandari, A. (2017). Analisis nilai tambah dan strategi pengembangan home industry kupang kering di Desa Balongdowo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 10 (03).
Effendi, S. & Tukiran. (2012). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.
Hidayatullah, S. (2012). Modifikasi Metode Hayami untuk Perhitungan Nilai Tambah pada Rantai Pasok Agroindustri Kelapa Sawit. Tesis. Institut Pertanian Bogor.
Hubeis, M. 1997. Menuju Industri Kecil Profesional di Era Globalisasi Melalui Pemberdayaan Manajemen Industri. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Manajemen Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Pertanian Bogor
Nazir, M. (2011). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Pujotomo, I. (2017). Potensi pemanfaatan biomassa sekam padi untuk pembangkit listrik melalui teknologi gasifikasi. Jurnal Energi dan Kelistrikan, 9 (2), 126-135.
Reksowardojo, IK dan T H Soerawidjaja. 2006. Teknololgi pengembangan bioenergi untuk industri pertanian. Dalam Agung H, Sardjono, TW Widodo, P Nugroho dan Cicik S. Proc. Seminar Nasional Mekanisasi Pertanian : Bioenergi dan Mekanisasi Pertanian untuk Pembangun an Industri Pertanian. Bogor 29-30 Nov. 2006.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Yosifani, D.Y., Satriani, R., dan Putri, D.D. (2021). Nilai tambah kedelai menjadi tahu kuning dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Jurnal SEPA, 18 (1).
Udjianto, T., Sasono, T., & Manunggal, B.P. (2021). Potensi sekam padi sebagai bahan bakar alternatif PLTBm di Sumatra Barat. Jurnal Energi, 11 (1), 11-18.
DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3054
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172














