ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI USAHATANI JAGUNG POLA AGRISILVIKULTUR PADA SISTEM AGROFORESTRI DI DUSUN GIWANG DESA RAYUNG KECAMATAN SENORI KABUPATEN TUBAN
Abstract
This study aimed to identify the pattern of corn farming partnerships between Perhutani and farmers, analyze the average cost, income, and income of corn farming with agrisilvicultural patterns in agroforestry systems, and analyze the economic feasibility of corn farming with agrisilvicultural patterns in agroforestry systems. in Giwang Hamlet, Senori District, Tuban Regency. This research took place in Giwang Hamlet, Rayung Village, Senori District, Tuban Regency, especially in the BKPH Malo forest area, KPH Parengan. The method of determining the sample using probability sampling technique with the Propotionate Stratified Random Sampling method obtained as many as 62 respondents. Methods of data analysis in this study using descriptive analysis, cost analysis, and feasibility analysis. The results of this study indicate that the partnership pattern carried out by farmers and Perhutani was a profit-sharing system on land that has been utilized by farmers, namely on forest land owned by Perhutani in accordance with Perhutani 307/042.3/OPS/DIR/2020 concerning the 2020 Agroforestry Policy. The total cost of farming Corn is IDR 9,308,408. The income from agrisilvicultural corn farming in Giwang Hamlet is IDR 6,853,377. Income IDR 16,229,387. The feasibility level of R/C agrisilvicula maize farming is 1.74, meaning that farming was feasible and profitable and the BEP Production, Revenue BEP, and Price BEP values have exceeded the breakeven point so that corn farming with an agroforestry system can be said to be profitable.
INTISARI
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi pola kemitraan usahatani jagung antara Perhutani dan petani,(2) Menganalisis rata-rata biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani jagung pola agrisilvikultur pada sistem agroforestri, dan (3) Menganalisis kelayakan ekonomi usahatani jagung pola agrisilvikultur pada sistem agroforestri di Dusun Giwang Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Penelitian ini bertempat di Dusun Giwang, Desa Rayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban khususnya di wilayah hutan BKPH Malo, KPH Parengan. Metode penentuan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode Propotionate Stratified Random Sampling didapatkan responden 62 orang. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis biaya, dan analisis kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dilakukan petani dan Perhutani adalah sistem bagi hasil atas lahan yang telah digunakan oleh petani yaitu pada lahan hutan milik Perhutani sesuai dengan Perhutani 307/042.3/OPS/DIR/2020 perihal Kebijakan Agroforestry tahun 2020. Total biaya usahatani jagung Rp 9.308.408, Pendapatan usahatani jagung pola agrisilvikultur di Dusun Giwang Rp 6.853.377, Penerimaan Rp 16.229.387. Tingkat kelayakan R/C usahatani jagung pola agrisilvikulur sebesar 1,74 maka usahatani layak dan menguntungkan dan nilai BEP Produksi, BEP Penerimaan, dan BEP Harga telah melampaui titik impas sehingga usahatani jagung dengan sistem agroforestri dapat dikatakan untung.
Full Text:
PDFReferences
Astuti, K. (2020). Analisis Produktivitas Jagung dan Kedelai di Indonesia 2020 (Hasil Survei Ubinan) Badan Pusat Statistik BPS-Statistic Indonesia.
BPS. (2019). Produksi Palawija Kabupaten Tuban.
BPS. (2020). Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur.
Dwiyono, Kisroh (2014). Penanganan Pascapanen Umbi Iles-Iles (Amorphophallus muelleri blume) Studi Kasus di Madiun, Jawa Timur Jurnal Teknologi Industri Pertanian. 24(3), 179-188.
Idris, A. I. (2019). Pola dan Motivasi Agroforestry Serta Kontribusinya Terhadap Pendapatan Petani Hutan Rakyat di Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 11(2), 92.
Kementan. (2021). Provinsi Produsen Jagung Terbesar Indonesia. https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=4639
M. Saufi., Saleh Muhammad. (2021). Analisis Karakteristik Masyarakat Agroforestri Tanaman Sengon di Hutan Produksi Wilayah KPH Cantung. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan.4 (2), 476-485.
Perhutani. (2021). Kegiatan Agroforestry di Perum Perhutani. April.
Soekartawi. (1995). Usahatani. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Pres).
Soekartawi. (2006). Analisis Usahatani. Jakarta UI-Press.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian & Pengembangan. Penerbit Alfabeta.
Suratiyah, K. (2011). Ilmu Usahatani Edisi Revisi. Penebar Swadaya.
Wiharso, S., & Data, D. (2022). Analisa Usaha Tani Tanaman Jagung (Zea mays, L) Pada Program Perhutanan Sosial di LMDH Banyurip Lestari Desa Banyurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen. 40(2).
DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3113
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172














