UJI KUALITAS BIOBRIKET AMPAS KOPI DAN SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
Abstract
Coffee grounds and rice husk are one of the biomass wastes derived from daily consumption waste. Optimal utilization of biomass waste will affect the value added of the waste produced such as in the making process of bio briquettes. The objectives of this research are: (1) to determine the effect of the ratio of coffee grounds and rice husk charcoal on the quality of briquettes produced; (2) to determine whether the briquettes produced meet the quality standards of briquettes in accordance with SNI (Indonesian National Standard) standards. The research is a factorial experiment with a Randomized Group Design (RAK) experimental design. The factor tried in this study is the treatment of coffee grounds and rice husk concentration ratio, consisting of 5 levels of treatments; 1:0, 0:1, 1:3, 3:1, and 1:1 also the ratio of the adhesive material and main ingredients and that contain 4 levels of treatments; 5:10; 8:10; 10:10; and 15:10. The results shows that the K2L0 (adhesive:main ingredienst 0:1 also coffe ground:rice husk 10:10) has the best quality with the density value 1,04 g/cm3, moisture content 2,85%, ash content 1,25%, volatile matter 41,46%, carbon content 21,64%, firmness 0,73% and combustion rate 0,0022 g/s.
INTISARI
Ampas kopi dan sekam padi merupakan salah satu limbah biomassa yang berasal dari limbah konsumsi sehari-hari. Pemanfaatan limbah biomassa yang optimal akan berpengaruh pada nilai tambah dari limbah yang dihasilkan seperti dalam pembuatan biobriket. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh perbandingan ampas kopi dan arang sekam padi terhadap mutu briket yang dihasilkan. Penelitian merupakan eksperimental factorial dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba dalam penelitian ini yaitu perlakuan perbandingan konsentrasi ampas kopi dan sekam padi, terdiri dari 5 taraf; 1:0, 0:1, 1:3, 3:1, dan 1:1 serta perbandingan perekat dengan bahan utama yang terdiri dari 4 taraf; 5:10; 8:10; 10:10 dan 15:10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K2L0 (perekat:bahan 0:1 serta ampas kopi:sekam 10:10) merupakan briket dengan kualitas yang baik dari briket lainnya dengan nilai kerapatan 1,04 g/cm3, nilai kadar air 2,85%, nilai kadar abu 1,25%, nilai kadar zat menguap 41,46%, nilai kadar karbon terikat 21,64%, nilai keteguhan tekan dengan rata-rata partikel hilang 0,73%, dan laju pembakaran 0,0022 g/s.
Full Text:
PDFReferences
Aljarwi, M. A., Pangga, D., & Ahzan, S. (2020). Uji Laju Pembakaran dan Nilai Kalor Briket Wafer Sekam Padi dengan Variasi Tekanan. 6(2).
Amalinda, F., & Jufri, M. (2018). Formulasi Briket Bioarang Sekam Padi Dan Biji Salak Sebagai Sumber Energi Alternatif. Jurnal Sains Terapan, 4(2), 99–104.
[BPTP] Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara. 2016. Pembuatan Briket dari Arang Sekam Padi [Internet]. [diakses: 2023 Mei 21]. Tersedia pada:https://sulut.litbang.pertanian.go.id/index.php/profil/89-program-utama/sl-ptt/617-pembuatan-briket-dari-arang-sekam-padi#.
Faizal, M., Saputra, M., & Zainal, F. A. (2015). Pembuatan Briket Bioarang Dari Campuran Batubara dan Biomassa Sekam Padi dan
Eceng Gondok. Jurnal Teknik Kimia, 21(4), 28–40.
Fauzah, N. (2017). Studi Pembuatan Briket Arang dari Cangkang Biji Karet (Hevea brazilliensis Muell Arg. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Indrawijaya, B., Mursida, L., & Dwi Andini, N. (2019). Briket Bahan Bakar dari Ampas Teh dengan Perekat Lem Kanji. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia UNPAM, 3(1).
Iskandar, N., Nugroho, S., & Feliyana, M. F. (2019). Uji Kualitas Produk Briket Arang Tempurung Kelapa berdasarkan Standar Mutu SNI. Momentum, 15(2), 103–108.
Khusna, D., & Susanto, J. (2015). Pemanfaatan Limbah Padat Kopi sebagai Bahan Bakar Alternatif dalam bentuk Bricket Berbasis Biomass (Studi Kasus di PT. Santos Jaya Abadi Instant Coffe). Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Terapan III, 247–261.
Kusuma, W. A., Sarwono, & Noriyati, R. D. (2013). Kajian Eksperimental Terhadap Karakteristik Pembakaran Briket Limbah Ampas Kopi Instan Dan Kulit Kopi (Studi Kasus Di Pusat Penelitian Kopi Dan Kakao Indonesia). Jurnal Teknik Pomits, 1–6.
Pratama, U. R., Suwandi, & Qurthobi, A. (2021). Pengaruh Suhu Sintesis Terhadap Nilai Kalor Briket Ampas Kopi. E-Proceeding of Engineering, 1861–1869.
Qistina, I., Sukandar, D., & Trilaksono, T. (2016). Kajian Kualitas Briket Biomassa dari Sekam Padi dan Tempurung Kelapa. Jurnal Kimia VALENSI, 2(2), 136–142. https://doi.org/10.15408/jkv.v0i0.4054
Rumiyanti, L., Irnanda, A., & Hendronursito, Y. (2018). Analisis Proksimat Pada Briket Arang Limbah Pertanian. Spektra: Jurnal Fisika Dan Aplikasinya, 3(1), 15–23. https://doi.org/10.21009/SPEKTRA.
Sipahutar, D. 2017. Teknologi Briket Sekam Padi [Internet]. BPTP Balitbangtan Riau. [diakses: 2023 Mei 20]. Tersedia pada:http://riau.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/88-info- teknologi/476-teknologi-briket.
Suryaningsih, S., Nurhilal, O., & Affiyanti Affandi, K. (2018). Pengaruh Ukuran Butir Briket Campuran Sekam Padi Dengan Serbuk Kayu Jati Terhadap Emisi Karbon Monoksida (CO) Dan Laju Pembakaran. Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika, 02(01), 15–21.
Umrisu, M. L., Pingak, R. K., & Fisika, A. Z. J. (2018). Pengaruh Komposisi Sekam Padi Terhadap Parameter Fisis Briket Tempurung Kelapa. Jurnal Fisika, 3(1), 37–43.
DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3123
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172














