ANALISIS TINGKAT KONSUMSI DAN PREFERENSI KONSUMEN BAWANG PUTIH SEGAR DI KOTA MEDAN
Abstract
The consumption of garlic; in North Sumatra Province in the last 5 years was 192.139 tons and the highest amount of consumption occurred in 2022, namely 41,670 tons. Garlic production in North Sumatra in the last 5 years has only reached 25,265 tons. This is a problem and a threat to the fulfillment of garlic consumption;, especially in Medan City. The level of consumption of fresh garlic is the volume of garlic consumed by consumers in units per time. So it is necessary to look at the level of consumption and consumer preferences for fresh garlic both in terms of price, size, humidity, flavour which is the final choice of consumers to decide to consume fresh garlic according to their needs. Consumption of fresh garlic in the city of Medan is 8.7 grams / cap / day;. Consumer preference for buying and consuming fresh garlic, which has a good value combination composition, shows that the most important attribute levels are price (0.423);, size (0.243), aroma (0.214), humidity (0.164) and color (0.104). This means that consumers prioritize garlic price attributes more than other attributes. The combination model that is preferred by fresh garlic consumers in general is combination number 8;, namely fresh garlic with a combination composition of small size attribute levels, not sharp flavour, prices ranging from <Rp.20,000 / kg and the humidity / dryness level is in the moist category and has a dark white color.
INTISARI
Konsumsi bawang putih; di Provinsi Sumatera Utara 5 tahun terakhir adalah192.139 ton dan jumlah konsumsi tertinggi terjadi pada tahun 2022 yaitu 41.670 ton. produksi bawang putih di Sumatera Utara 5 tahun terakhir hanya mencapai 25.265 ton, Hal ini menjadi masalah dan ancaman bagi pemenuhan konsumsi; bawang putih khususnya di Kota Medan. tingkat konsumsi bawang putih segar merupakan volume bawang putih yang di konsumsi oleh konsumen dalam satuan per waktu. Sehingga perlu dilihat tingkat konsumsi dan preferensi konsumen terhadap bawang putih segar baik dari sisi harga, ukuran , kelembaban , aroma yang menjadi pilihan akhir konsumen untuk memutuskan mengkonsumsi bawang putih segar sesuai kebutuhannya. Konsumsi bawang putih segar di kota medan sebesar 8,7 gram/kap/hari;. Preferensi Konsumen membeli dan mengkonsumsi bawang putih segar yaitu memiliki komposisi kombinasi yang bernilai baik menunjukkan pada level atribut yang paling penting yaitu atribut harga(0.423);, ukuran (0.243), aroma (0.214), kelembaban (0.164) serta warna (0.104). Artinya konsumen lebih mengutamakan atribut harga bawang putih dibandingkan atribut lainnya. Model Kombinasi yang disukai konsumen bawang putih segar secara umum adalah kombinasi nomor 8 ;yaitu bawang putih segar dengan komposisi kombinasi level atribut ukuran kecil, beraroma tidak tajam, harga berkisar <Rp20.000/kg dan tingkat kelembaban/kekeringannya kategori lembab serta memiliki warna putih gelap.
Full Text:
PDFReferences
Kementerian Pertanian 2015.Statistik Pertanian 2015. Kementerian Pertanian indonesia.
Kementerian Pertanian. 2015. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015-2019. Jakarta
Badan Pusat Statistik. 2022. Statistik Indonesia 2022. : Badan Pusat Statistik. Sumatera utara
BKP Kota Medan. 2014.Publikasi Neraca Bahan Makanan 2014.Medan.
Surjandari, Isti.2009. Conjoint Analysis: konsep dan Aplikasi. Penerbit Universitas Trisakti.
Farida Yani 2015. .Analisis Tingkat Konsumsi dan Preferensi Konsumen Bawang Merah Segar kota Medan, Universitas Sumatera Utara .Medan
Kiloes,A & Arsanti,I 2015,’Tantangan Dan Harapan Bawang Putih Nasional’, Pendekatan Dinamika Sistem Dalam Peningkatan Daya Saing Komoditas Holtikultural. IAARD Press, Jakarta, pp.37-50
Mantau, Zulkifli dan Bahtiar, 2010, ”Kajian Kebijakan Harga Pangan Non Beras Dalam Konteks Ketahanan Pangan Nasional”, JurnalLitbang Pertanian.
Adiyoga W, Nurmalinda. 2012. Analisis konjoin preferensi konsumen terhadap atribut produk kentang, bawang merah, dan cabai merah. Jurnal Hortikultura.
Green, Paul E. and Krieger, Abba M. 1991. Segmenting Market With Conjoint Analysis. Journal or Marketing, Vol. 55.
Gudono. 2014. Analisis Data Multivariat. BPFE. Yogyakarta.
Suryana.2008.Mengolah Analisis Konjoind dengan SPSS15. www.statistikaterap an.wordpress.com.Diakses 12 Oktober 2016.
DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3206
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172














