ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT DI LAHAN GAMBUT KABUPATEN KUBU RAYA
Abstract
Horticultural farming is one of the commodities that can improve the welfare of farmers. Cayenne pepper is one of the priority horticultural crops. The centre of cayenne pepper in West Kalimantan is Kubu Raya Regency, where cayenne pepper is widely grown on peatlands and Rasau Jaya Sub-district is the most significant contributor to production so research was conducted in this area to know whether cayenne pepper farming is profitable or not by analysing farmers' income. This research used a survey method with descriptive quantitative analysis and was analysed using Microsoft Excel software. The respondents were 32 farmers who cultivated cayenne pepper on peatland. The results showed that farm income in Rasau Jaya Subdistrict obtained an average income of Rp.38,194,886 per hectare per growing season with receipts of Rp.65,050,353 per hectare per growing season and costs incurred of Rp.26,855,467 per hectare per growing season. Another analysis obtained, namely the R / C Ratio of 2.4, which means that the cost incurred by one unit of rupiah generates revenue of Rp.2.4 and the B / C Ratio of 1.4, which means that the cost incurred by one unit of rupiah generates a profit of Rp.1.4 and the production BEP of 691.93 kg and price BEP of Rp.15,914 so that the farming carried out by farmers is profitable because the production and selling price of cayenne pepper in the research area is greater than the break-even point (BEP).
INTISARI
Usahatani hortikultura salah satu komoditas yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Cabai rawit menjadi salah satu tanaman prioritas hortikultura. Sentra cabai rawit di Kalimantan Barat, yaitu Kabupaten Kubu Raya dimana cabai rawit banyak ditanam di lahan gambut dan Kecamantan Rasau Jaya menjadi penyumbang produksi terbesar sehingga penelitian dilakukan di wilayah ini dengan tujuan untuk mengetahui usahatani cabai rawit menguntungkan atau tidak dengan menganalisis pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis kuantitatif deskriptif dan dianalisis menggunakan software microsoft excel. Responden penelitian berjumlah 32 petani yang berbudidaya cabai rawit di lahan gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani di Kecamatan Rasau Jaya memperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp.38.194.886 per hektar per musim tanam dengan penerimaan sebesar Rp.65.050.353 per hektar per musim tanam dan biaya-biaya yang dikeluarkan sebesar Rp.26.855.467 per hektar per musim tanam. Analisis lain yang diperoleh, yaitu R/C Ratio sebesar 2,4 dimana berarti biaya yang dikeluarkan sebesar satu satuan rupiah menghasilkan penerimaan sebesar Rp.2,4 dan B/C Ratio sebesar 1,4 dimana berarti biaya yang dikeluarkan sebesar satu satuan rupiah menghasilkan keuntungan sebesar Rp.1,4 serta BEP produksi sebesar 691,93 kg dan BEP harga sebesar Rp.15.914 sehingga usahatani yang dilakukan petani mengalami keuntungan karena produksi dan harga jual cabai rawit di daerah penelitian lebih besar dari hasil titik impas (BEP).
Full Text:
PDFReferences
Anto, A. (2017). Analisis Kelayakan Usahatani Cabai Merah di Lahan Gambut Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. AGRI PEAT, 18(2), 98–104. Retrieved from https://e-journal.upr.ac.id/index.php/Agp/article/download/12/14
Bansoe, R. A. H., Hadayani, & Kalaba, Y. (2020). Kontribusi Pendapatan Usahatani Cabai Rawit Terhadap Pendapatan Usahatani Rumah Tangga di Unit Pemukiman Transmigrasi Bulupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. E-Jurnal Agrotekbis, 8(3), 534–542. Retrieved from http://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/673
Cepriadi, & Yulida, R. (2012). Persepsi Petani Terhadap Usahatani Lahan Pekarangan Studi Kasus Usahatani Lahan Pekarangan di Kecamatan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Indonesian Journal of Agricultural Economics (IJAE), 3(2), 177–194. Retrieved from https://ijae.ejournal.unri.ac.id/index.php/IJAE/article/view/1552
Dedi, & Wibowo, T. I. (2021). Menekan Harga Cabai Pemicu Inflansi di KalBar. Retrieved June 5, 2022, from ANTARA News Kalimantan Barat website: https://kalbar.antaranews.com/berita/462794/menekan-harga-cabai-pemicu-inflasi-di-kalbar
Effendy, L., & Pratiwi, S. D. (2020). Tingkat Adopsi Teknologi Sistem Jajar Legowo Padi Sawah Di Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka. Jurnal Agrica Ekstensia, 14(1), 81–85. Retrieved from https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/agrica/article/view/44
Elisya, M. N., Fatah, L., & Husaini, M. (2021). Analisis Finansial Usahatani Cabai Rawit di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Frontier Agribisnis, 5(1), 276–284. Retrieved from https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/fag/article/view/6034/0
Furqonisa, R. Y., Sebayang, T., & Kesuma, S. I. (2018). Analisis Produksi dan Kelayakan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) (Kasus: Desa Tanjung Ibus, Kec. Secanggang, Kab. Langkat). Journal on Social Economic of Agriculture and Agribusiness, 9(11). Retrieved from http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1437005&val=4143&title=ANALISIS PRODUKSI DAN KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH Capsicum Annuum L Kasus Desa Tanjung Ibus Kec Secanggang Kab Langkat
Gedo, G. M., Apelabi, G. O., & Nong, F. (2022). Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Dikelompok Tani Solanum Desa Koting A Kecamatan Koting Kabupaten Sikka. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 8849–8855.
Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/3781
Nababan, C. S., Hidayati, A., & Nursan, M. (2022). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Cabai Rawit Pada Musim Penghujan di Kota Mataram. Agroteksos, 32(2), 115–126. Retrieved from https://www.agroteksos.unram.ac.id/index.php/Agroteksos/article/download/763/195
Nurhayati, N. (2017). Prospek Pengembangan Cabai Rawit di Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawarigin Barat. Jurnal Daun, 4(2), 82–93. Retrieved from https://journal.umpr.ac.id/index.php/daun/article/view/82
Nurhayati, N., & Sari, E. P. (2020). Analisis Efisiensi Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Di Kabupaten Kotawaringin Barat. Jurnal Sains STIPER Amuntai, 10(1), 46–57. https://doi.org/10.36589/rs.v10i1.117
Nurmalasari, Y., & Awidiyantini, R. (2022). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Tani Cabai Rawit di Desa Tlagah Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan. AGROSAINS: Karya Kreatif Dan Inovatif, 07(2), 88–94. https://doi.org/10.31102/agrosains.2022.7.2
Praswati, M. C., & Nuswantara, B. (2023). Kelayakan Ekonomi Usahatani Cabai Rawit Hijau di Dusun Ploso Kelurahan Randuacir Kecamatan Agromulyo Kota Salatiga. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 10(1), 292–303. Retrieved from https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/agroinfogaluh/article/view/8907
Puspitasari, A. (2020). Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Cabai Rawit di Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 6(2), 1130–1142. Retrieved from https://jurnal.unigal.ac.id/mimbaragribisnis/article/view/3692
Theo, H., Kusrini, N., & Oktoriana, S. (2021). Penawaran Cabai Rawit di Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (JEPA), 5(2), 533–543. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2021.005.02.21
DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3290
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172














