PENGARUH KOJETO TERHADAP SERAPAN HARA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) PADA PSAMMENT
Abstract
This study aims to examine the interaction between the type, dose of KOJETO on nutrient uptake of N, P and K, the effect of KOJETO on nutrient uptake of N, P and K and the effect of increasing the dose of KOJETO on nutrient uptake of N, P and K onion plants. The study was conducted with a Factorial Complete Randomized Design experiment with 2 factors and 3 repeation. The main factors are the types of KOJETO, A (75% Fertilizer Recommendations), B (100% Fertilizer Recommendations) and C (150% Fertilizer Recommendations). The second factor is the dose of KOJETO (2.5; 5.0; 7.5; 10.0) tons ha-1. The results showed that several types of KOJETO with various doses did not interact with the absorption of nutrients N, P and K onion plants. The highest nutrient uptake was obtained at KOJETO C at 10.0 tons ha-1 with N 0.39 g plant-1; P 0.0018 g plant-1 and K 0.019 g plant-1. There was a single effect of KOJETO dose on N nutrient uptake with the highest average of 0.35 g plant-1 at a dose 10.0 tons ha-1. To increase nutrient uptake of onion plants in Psamment, KOJETO C treatment was selected at 10.0 tons ha-1.
Keywords: Compost, Fertilizer, Nutrient
INTISARI
Penelitian ini bertujuan untuk menguji interaksi antara jenis dengan dosis KOJETO terhadap serapan hara N, P dan K, pengaruh jenis KOJETO terhadap serapan hara N, P dan K serta pengaruh peningkatan dosis KOJETO terhadap serapan hara N, P dan K tanaman bawang merah. Penelitian dilakukan dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor utama adalah jenis KOJETO yaitu KOJETO A (0.75 Rekomendasi Pupuk Buatan), KOJETO B (1.00 Rekomendasi Pupuk Buatan) dan KOJETO C (1.50 Rekomendasi Pupuk Buatan). Faktor kedua adalah dosis KOJETO (2.5; 5.0; 7.5; 10.0) ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bawa pemberian beberapa jenis KOJETO dengan berbagai dosis tidak berinteraksi terhadap serapan hara N, P dan K tanaman bawang merah. Serapan hara tertinggi diperoleh pada KOJETO C dengan dosis 10.0 ton ha-1 dengan N 0.39 g tanaman-1; P 0.0018 g tanaman-1 dan K 0.019 g tanaman-1. Terdapat pengaruh tunggal dosis KOJETO terhadap serapan hara N dengan rata-rata tertinggi yaitu 0.35 g tanaman-1 pada dosis 10.0 ton ha-1. Untuk meningkatkan serapan hara tanaman bawang merah di Psamment dipilih pada perlakuan KOJETO C dengan dosis 10.0 ton ha-1.
Kata Kunci: Kompos, Pupuk, Unsur hara
Full Text:
PDFReferences
Ayeni, L.S. 2008. Integration of Cocoa Pod Ash, Poultry Manure and NPK 20:10:10 for Soil Fertility Management-Incubation Study.Continental Journal Agronomy (2): 25-30.
Fitri, F., Gusnidar, G dan Juniarti, J. 2020. Pengaruh Aplikasi Kompos Jerami Padi dan Tithonia (KOJETO) terhadap Sifat Kimia Psament. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan. 7 (2): 255–262. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2020.007.2.9.
Pradana, B. S dan Suntari, R. 2019. Efek Aplikasi Kompos Sampah dan Kotoran Kambing terhadap Serapan Unsur Hara Kalium dan Hasil Tanaman Bawang Merah pada Tanah Terdampak Erupsi Gunung Kelud. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan. 6 (1): 1093–1104. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2019.006.1.8.
Rahma, S., Burhanuddin, R., & Muh, J. 2019. Peningkatan unsur hara kalium dalam tanah melalui aplikasi POC batang pisang dan sabut kelapa. Jurnal Ecosolum. 8 (2): 74-85. https://doi.org/10.20956/ecosolum.v8i2.7873.
Rara, S.L., Imam, W & Danang, W. 2013. Pengaruh Pemberian Bokasi Tithonia Pada Oxic Dystrudepts Lemban Tongoa Terhadap Serapan P dan Produksi Bawang Merah Var. Lembah Palu. Jurnal Agrotekbis. 1 (1): 44-53.
Salewan, A., Thaha, A.R dan Khaliq, M.A. 2022. Pengaruh Waktu Pemberian Pupuk Kandang Sapi terhadap P tersedia dan Serapan P serta Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Varietas BIMA. Jurnal Agrotekbis. 10 (6): 959 – 967.
Setiawati, M. R., Utami, D. S., Hindersah, R., Herdiyantoro, D dan Suryatmana, P. 2021. Pemanfaatan limbah pertanian dalam menurunkan dosis pupuk anorganik, meningkatkan populasi Azospirillum sp., nitrogen tanah, serapan nitrogen, dan hasil jagung pada Inceptisols Jatinangor. Soilrens. 19 (1): 9-19.
Sumarni, N., Rosliani, R. dan Basuki., R.S. 2012. Pengaruh varietas, status K-tanah, dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan, hasil umbi, dan serapan hara K tanaman bawang merah. Jurnal Hortikultura. 22 (3): 233-241.
Supit, J.M.J., Kamagi, Y.E.B dan Karamoy, L.Th. 2020. Pemanfaatan Kompos dan EM-4 pada Lahan Kritis Terhadap Serapan Hara, Pertumbuhan, dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L) di Kabupaten Minahasa. Jurnal Cocos Unsrat. 12 (3). https://doi.org/10.35791/cocos.v7i7.31319.
Widiana, S., Yunarti, A., Sofyan, E.T & Sara, D.S. 2020. Pengaruh Pupuk NPK Majemuk terhadap N-Total, Serapan N, dan Hasil Umbi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Inceptisols Asal Jatinangor. Soilrens. 18 (1): 50 – 56.
DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3324
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172














