PENGARUH PEMBERIAN ABU SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA PADA TANAH GAMBUT

Rosi Filario, Agus Ruliyansyah, Siti Hadijah

Abstract


Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) is a highly nutritious and economical vegetable commodity. Efforts made to increase okra production so that it is high both in terms of quantity and quality can be carried out through efforts to expand the planting area and increase the yield per unit area of planting area by planting okra plants on peat soil. This study aims to obtain the best interaction dose of rice husk ash and NPK fertilizer for the growth and yield of okra plants on peat soil. This research was conducted in the research area of the Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura. The research was conducted from May 29 - August 27 2022. This study used an experimental method with a factorial Completely Randomized Design (CRD) pattern with two treatments and 3 replications. The first factor was rice husk ash with 3 levels, namely a1 = 5 tonnes/ha equivalent to 125 g/polybag, a2 = 10 tonnes/ha equivalent to 250 g/polybag, a3 = 15 tonnes/ha equivalent to 375 g/polybag. The second factor was NPK fertilizer at 3 levels, namely n1 = 200 kg/ha equivalent to 5 g/polybag, n2 = 400 kg/ha equivalent to 10 g/polybag, n3 = 600 kg/ha equivalent to 15 g/polybag. Variables observed included: plant height (cm), dry weight (g), root volume (cm3), number of fruits per plant (fruit), fruit weight per plant (g), and fruit weight per fruit ((g). Yields The study showed that the interaction between rice husk ash and NPK fertilizer had no significant effect on all observational variables.The application of rice husk ash at a dose of 10 tons/ha was the best dose to increase the growth and yield of okra plants on peat soil.The application of NPK fertilizer at a dose of 400 kg/ha ha provides growth and yield of okra plants on peat soils.

 Keywords: Rice husk ash, NPK fertilizer, peatsoil

 INTISARI

Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan salah satu komoditas sayur yang bergizi tinggi dan ekonomi tinggi. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produksi okra agar tinggi baik dari segi kuantitas dan kualitas dapat dilakukan melalui usaha perluasan areal tanam dan peningkatan hasil persatuan luas areal tanam adalah menanam tanaman okra pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi abu sekam padi dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah gambut. Penelitian ini dilakukan di lahan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian  dilakukan mulai  pada tanggal 29 Mei  - 27 Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua perlakuan  dan 3 ulangan. Faktor pertama abu sekam padi sebanyak 3 taraf yaitu a1 = 5 ton/ha setara dengan 125 g/polybag, a2 =10 ton/ha setara dengan 250 g/polybag , a3 = 15 ton/ha setara dengan 375 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK sebanyak 3 taraf yaitu n1 = 200 kg/ha setara dengan 5 g/polybag, n2 = 400 kg/ha setara dengan 10 g/polybag, n3 = 600 kg/ha setara dengan 15 g/polybag. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman (cm), berat kering (g), volume akar (cm3), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g), dan berat buah per buah ((g). Hasil penelitian menunjukkan Interaksi antara abu sekam padi dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian abu sekam padi dengan dosis 10 ton/ha merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah gambut. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah gambut. 

 Kata Kunci: Abu sekam padi, okra, pupuk NPK, tanah gambut


Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. 2020. Kalimantan Barat Dalam Angka Kota Pontianak: Badan Pusat Statistik.

Gardner. FP., R. B and R.i., Mitchel. 1991. Physiology of Crop Plants (Fisiologi Tanaman Budidaya, alih bahasa oleh Susilo). Jakarta: UI Press.

Hardjowigeno, S. 1997. Pemanfaatan Gambut Berwawasan Lingkungan. Alami. 2(1):3-6.

Idawati, N. 2012. Peluang Besar Budidaya Okra. Pustaka Baru Press: Yogyakarta.

Kamprath, E. J., 1971. Soil Acidity and Liming. Washington: National Academy Of Sciences.

Kemas. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Skripsi. Universitas Lampung.

Koswara. J. 1992. Pengaruh Dosis dan Waktu Pemberian Pupuk N dan K Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis. Seleksi Dramaga 2 (SD2) J.II. Pertanian Indonesia 2(1):1-6.

Lakitan. B. 2010. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Lingga dan Marsono. 2008. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Lingga, P. dan Marsono. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Makarim, A.E., Suhartatik dan A, Kartohardjono. 1995. Silikon Hara Penting Tanaman Padi. http.//www.kimia-lipi.net/index Diakses tanggal 21 Februari 2014 pukul 09.00 WIB

Safitri, A. D. 2007. Aplikasi Pupuk Organik Cair Kotoran kambing Difermentasikan dengan EM4 terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman Cabai Rawit. Jurnal Protobiont. No. 1. (vol 32).

Sutedjo, M.M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutedjo, M.M dan A.G. Kartasapoetra. 1991. Pengantar Ilmu Tanah. Terbentuknya Tanah dan Tanah pertanian. Jakarta: Rineka Cipta.

Syafruddin, Nurhayati, dan R. Wati. 2012. Pengaruh Jenis Pupuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Manis. Jurnal Floratek. Vol 7 (1).




DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3575

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .

 E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172