STRATEGI PENGEMBANGAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT DI DESA WEIHURA KECAMATAN WANOKAKA KABUPATEN SUMBA BARAT

Yohanis Jeiwu Didu, Junaedin Wadu

Abstract


This research aims to analyze internal and external factors that are strengths, weaknesses, opportunities and threats and determine strategies for developing certified rice seeds in Weihura Village, Wanukaka District. This type of research is quantitative descriptive research using survey methods. The source of informants in this research was 21 people. The sampling method is the accidential sampling method. The data analysis method in this research uses SWOT analysis with stages, namely determining the Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE) Internal External (IE) Matrix, Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) Matrix, Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The research results show that the internal factor which is the main strength is already using a cleaning machine, the main weakness is the excessive use of pesticides. Meanwhile, the external factor that is the main opportunity is that the government continues to encourage farmers to use certified seeds, and the main threat is pest and disease attacks. The main strategy in developing certified rice seeds is to utilize the role of good farmer institutions in the process to strengthen the position of developing certified rice seeds.

 Keywords: SWOT; development strategy; certified rice seeds

 INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta menetapkan strategi dalam pengembangan benih padi bersertifikat di Desa Weihura Kecamatan Wanukaka. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Sumber informan dalam penelitian ini berjumlah 21 orang. Metode penentuan sampel adalah metode accidential sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan anaisis SWOT dengan tahapan yaitu menentukan matriks Internal Factor Evaluation (IFE), Eksternal Factor Evaluation (EFE) Internal Eksternal (IE), Matriks Strengh, Weakneses, Opportunities, Threats (SWOT), Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan utama adalah sudah menggunakan alat mesin pembersih, kelemahan utama penggunaan pestisida yang berlebihan. Sedangkan, faktor eksternal yang menjadi peluang utama adalah pemerintah terus menganjur petani menggunakan benih bersertifikat, serta ancaman utama yaitu serangan hama dan penyakit. Strategi utama dalam pengembangan benih padi bersertifikat  adalah memanfaatkan peran kelembagaan petani yang baik dalam proses untuk memperkuat posisi pengembangan benih padi bersertifikat.

 Kata kunci: SWOT, strategi pengembangan, benih padi bersertifikat


Full Text:

PDF

References


Amiruddin, S., Robinson, P., & Purnaningsih; Ninuk. (2016). Strategi Meningkatkan Kapasitas Penengkar Benih Benih Padi Sawah (Oriza Sativa L) Dengan Optimalisasi Kelompok Tani. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 14(1), 12–35. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7270

BPS Kabupaten Sumba Barat.2018. Statistik Pertanian Sumba Barat 2018.https://sumbabaratkab.bps.go.id/publication/download.html? / Diakses Pada Tanggal 27 April 2023.

BPS Sumba Barat, (2022). (Statistics Kabupaten Sumba Barat

Regency) https://sumbabaratkab.bps.go.id/

Dafa, M. R., Wagiono2, & Nur’azkiya, L. (2022). Strategi Pengembangan Usaha Benih Padi Bersertifikat di CV. Putra Remaja Kimia Kabupaten Karawang. Jurnal Ulmiah Wahana Pendidikan, 8(23), 301–316.

David Fred R & David Forest R. 2016.Manajemen Strategik Konsep. Penerbit:Selemba Empat. Jakarta

Haya, A. F. (2021). Dampak Perubahan Iklim Terhadap Hasil Pertanian Tanaman Padi ( Oriza Sativa L ). Agriculture, December, 1–7.

Indriarti, R., & Rachmawati Chaidir, N. (2021). Penerapan Quantitative Strategic Planning Matrix (Qpsm) Untuk Merumuskan Strategi Bisnis. Jurnal MANAJERIAL, 20(1), 159–170. https://doi.org/10.17509/manajerial.v20i1.41179

Kiswanto, S. (2018). Dukungan Inovasi Teknologi Pertanian Untuk Mendorong Produksi Padi Di Wilayah Kecamatan Pubian , Lampung Tengah Agricultural Technology Innovation Support To Encourage Rice Production In Pubian District , Lampung Tengah. 419–427.

Lagga, J., Azis Ambar, A., & Abdullah, A. (2022). Strategi Pengembangan Penangkaran Benih Melalui Kegiatan Desa Mandiri Benih. Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture, and Social Studies, 2(1), 13–31. https://doi.org/10.53754/iscs.v2i1.94

Laksmi, N. M. A. C., Windia, W., & Suamba, K. (2017). Strategi Pengembangan Usaha Perbenihan Padi Bersertifikat di Subak Guama, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS (Journal Of Agribusiness Management), 5(1), 22–32. https://doi.org/10.24843/jma.2017.v05.i01.p03

Nuswardhani, S. K., & Arief, B. (2019). Kajian Serapan Benih Padi Bersertifikat Di Indonesia Periode 2012– 2017. Agrika, 13(2), 162-176. https://doi.org/10.31328/ja.v13i2.1207

Panjaitan, P. H., Harahap, G., & Lubis, M. M. (2020). Analisis Perbandingan Usaha Tani Benih Padi Bersertifikat dan Non Bersertifikat di Desa Pematang Johar (Studi Kasus Kabupaten Labuhan Deli Kecamatan Deli Serdang). Jurnal Agriuma, 2(2), 97-117.

Qanita, A. (2020). Analisis Strategi Dengan Metode Swot Dan Qspm (Quantitative Strategic Planning Matrix): Studi Kasus Pada D’Gruz Caffe Di Kecamatan Bluto Sumenep. Komitmen: Jurnal Ilmiah Manajemen, 1(2), 11–24. https://doi.org/10.15575/jim.v1i2.10309

Rismawati, A., Nuraeni, & Hasan, I. (2019). Strategi pengembangan benih padi unggul bersertifikat melalui kemitraan dengan gapoktan di kabupaten barru. Wiratani, 2(2), 157–169.

Setyorini, H., Effendi, ud, & Santoso, I. (2016). Analisis Strategi Pemasaran Menggunakan Matriks SWOT dan QSPM (Studi Kasus: Restoran WS Soekarno Hatta Malang) Marketing Strategy Analysis Using SWOT Matrix and QSPM (Case Study: WS Restaurant Soekarno Hatta Malang). Jurnal Teknologi Dan Manajemen Agroindustri, 5(1), 46–53.

Situmorang, H., Noveri, N., Putrina, M., & Fitri, E. R. (2021). Perilaku Petani Padi Sawah Dalam Menggunakan Pestisida Kimia di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Indonesia. Agro Bali : Agricultural Journal, 4(3), 418–424. https://doi.org/10.37637/ab.v4i3.743

Statistik, Provinsi NTT. (2018). Statistik Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur 2017. Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, NTT.

Sumunar, A. A. K., & Budiman, S. (2021). Proyeksi Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2015-2045 Ditinjau Dari Ketersediaan, Kebutuhan, Dan Persediaan Beras. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 18(1), 80. https://doi.org/10.20961/sepa.v18i1.47131

Syahri, & Somantri, R. U. (2016). Penggunaan varietas unggul tahan hama dan penyakit mendukung peningkatan produksi padi nasional. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 35 (1), 25–36. https://media.neliti.com/media/publications/124092-ID-penggunaan-varietas-unggul-tahan-hama-da.pdf

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1992 (Uu No. 12/1992) Tentang Budidaya Tanaman. https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/horti/UU121992SistemBudidayaTanaman.pdf.

Wadu, J., Yuliawati, Y., & Nuswantara, B. (2019). Strategi menghadapi risiko produksi padi sawah di Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 22(2), 231–256. https://doi.org/10.24914/jeb.v22i2.2342

Zakaria, R. S., & Rachmina, D. (2023). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Risiko Produksi Padi. 13(2), 121–136.




DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v26i1.4058

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .

 E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172