PENGARUH NUTRISI HIDROPONIK TERHADAP PERBANYAKAN TANAMAN KRISAN SECARA IN VITRO
Abstract
Chrysanthemum is one of the most popular ornamental plants in the community because it is known to have high aesthetic value. The aim of the study was to obtain nutrients to replace MS media with hydroponic nutrients and obtain the best concentrations for chrysanthemum plant propagation. The research was carried out at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura, using a completely randomized non-factorial design, namely hydroponic nutrient concentrations with 6 treatment levels and each treatment consisted of 4 replications. Each treatment unit consisted of 6 plant samples, and each bottle contained 1 explant. The intended hydroponic nutrient treatment: v0 = MS, v1 = 500 ppm, v2 = 1000 ppm, v3 = 1500 ppm, v4 = 2000 ppm and v5 = 2500 ppm. Variables observed in the study included the time the first shoots were formed, the number of shoots and the number of leaves. The results of this study indicate that hydroponic nutrients can replace macro and micro nutrients in MS media as the main nutrients in chrysanthemum plant propagation. Hydroponic nutrient concentration of 1500 ppm which is more effective in producing the time of first shoot formation, number of shoots, and number of leaves compared to other concentrations.
INTISARI
Krisan termasuk satu diantara tanaman bunga hias yang paling diminati masyarakat karena dikenal memiliki nilai estetika yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan unsur hara pengganti media MS dengan nutrisi hidroponik dan mendapatkan konsentrasi yang terbaik untuk perbanyakan tanaman krisan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial yaitu konsentrasi nutrisi hidroponik dengan 6 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 6 sampel tanaman, dan setiap botol terdapat 1 eksplan. Perlakuan nutrisi hidroponik yang dimaksud : v0 = MS, v1 = 500 ppm, v2 = 1000 ppm, v3 = 1500 ppm, v4 = 2000 ppm dan v5 = 2500 ppm. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi waktu terbentuknya tunas pertama, jumlah tunas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nutrisi hidroponik dapat menggantikan hara makro dan mikro media MS sebagai hara utama dalam perbanyakan tanaman krisan. Konsentrasi nutrisi hidroponik 1500 ppm yang lebih efektif dalam menghasilkan waktu terbentuknya tunas pertama, jumlah tunas, dan jumlah daun dibandingkan konsentrasi lainnya.
Full Text:
PDFReferences
Ainina, A. N. 2017. Konsentrasi Nutrisi AB MIX Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa Var. Crispa) Dengan Sistem Hidroponik Substrat Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya.
Budiono, R., T. Setiawati., G. G. Pitaloka., L. Anggraeni., M. Nurzaman., A. Z. Mutaqin. 2016. Mikropropagasi Stroberi (Fragaria X ananassa Var. Earlibrite) dengan Penambahan BA (Benzyl Adenine) dan IBA (Indole Butyric Acid) pada Media MS (Murashige And Skoog). Prosiding Seminar Nasional II Tahun 2016, Kerjasama Prodi Pendidikan Biologi FKIP dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang.
Budiarto, K., Sulyo, Y., Maaswinkel, R., Wuryaningsih, S., Hilman, Y., & Effendie, K. 2006. Budidaya krisan bunga potong. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Jakarta.
Budisantoso, I. 2015. Pembuatan Medium kultur in vitro. Disampaikan pada Kegiatan Program Keluarga Harapan KFI Desa Banteran Sumbang. Fakultas Biologi Unsoed.
Basri. 2008. Multiplikasi Empat Varietas Krisan Melalui Teknik kultur in vitro. J. Agroland 15(4): 271-277.
Cockshull, K.E., 1995. Chrysanthemum morifolium. Dalam: CRC Handbook of Flowering Vol. II. Halevy SH (Ed). CRC. Boca Raton, Florida. Him. 238-257
Dewanto, H. A., Saraswati, D., & Hadjoeningtijas, O. D. 2019. Pertumbuhan kultur tunas aksilar kentang (Solanum tuberosum l.) dengan penambahan super fosfat dan KNO3 pada media AB mix secara in vitro. Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 20(2), 71-81.
Gunawan, L.W. 1987. Tehnik kultur in vitro. Laboratorium kultur in vitro Tanaman PAU Bioteknologi IPB, Bogor.
Hariani, H. 2018. Pertumbuhan Tanaman Krisan (Chrysanthemum morifolium) Varietas Naweswari Agrihorti pada Variasi Konsentrasi Ekstrak Kecambah Kacang Hijau Pada Media MS (Murashige and Skoog) (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).
Hasibuan, B.E., 2012. Pupuk dan Pemupukan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan. 1111305022-3-3.II. Tinjauan Pustaka.pdf (unud.ac.id)
Kurniawati, I. 2011. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Hias Krisan - Ilmu Pertanian (agrotek.id). Budidaya Tanaman Krisan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Krestiani, V., & Supriyo, H. 2022. Kajian Macam Media Tanam Dan Konsentrasi Nutrisi AB Mix Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L) Pada Sistem Hidroponik Drip Irrigation. Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi), 1(1): 22-29.
Lestari, G.E. dan R. Purnamaningsih. 2005. Penyimpanan In vitro Tanaman Obat Daun Dewa melalui Pertumbuhan Minimal.
Polii-Mandang, J. 2000. Pertumbuhan Tinggi Tanaman dan Kandungan Klorofil Krisan Pot yang diberi Paclobutrazol dan Air kelapa. Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNSRAT, Manado. Agrotrop 68-71.
Purwasita, D. R., & Soeparjono, S. 2022. Pengaruh Konsentrasi Nutrisi Hidroponik dan Air Kelapa sebagai Hormon Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L). Berkala Ilmiah Pertanian, 5(4): 236-240.
Putri, A.D.L., 2018. Respon Pertumbuhan Anggrek Phaleonopsis Hybrid pada Media MS dan Berbagai Media Alternatif Secara In Vitro. Skripsi. Universitas Tangjungpura, Fakultas Pertanian, Prodi Agroteknologi. Pontianak.
Sitompul, S. M. dan Guritno, B. 1995. Pertumbuhan Tanaman. UGM Press.
Satutik, W.2009. Pengaruh Macam Nutrisi dan Pemberian Buah Pisang Terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Dendrobium Secara In Vitro. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Wattimena, G.A. dan Nurhayati, A. 1992. Bioteknologi Pertanian 2 : Bab II. Pelestarian Plasma Nutfah Tanaman, hal. 67. PAU Bioteknologi IPB.
Widiastuti, dkk. 2014. Pengaruh Intensitas Cahaya Dan Kadar Daminosida Terhadap Iklim Mikro Dan Pertumbuhan Tanaman Krisan Dalam Pot. Ilmu Pertanian 11(2):35-42.
DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3173
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172














