BUDIDAYA PADI INPARI DENGAN DUA SISTEM TANAM DI LAHAN RAWA LEBAK SUMATERA SELATAN
Abstract
Rice production continues to be increased in order to meet the needs of the indonesian people with various technological innovations including superior varieties and planting systems recommended by the agricultural research and development agency. This research was conducted in the middle lebak swamp agroecosystem in Palembang, South Sumatra. The treatments applied consisted of two superior varieties and two cropping systems. The superior rice varieties applied were inpari 32 and inpari ir nutri zinc with tegel and legowo 2:1 planting system. The aim of the research was to obtain adaptive and high productivity rice varieties with better cropping systems and farmers' preferences for varieties and cropping systems. The data obtained was tabulated and analyzed using the T test statistic (Independent samples T test) using the SPSS program. The results showed that the varietal treatment had a significant effect on plant height at harvest and panicle length. The cropping system has a significant effect on plant height at harvest and productivity. Then the interaction of varieties with cropping systems has a significant effect on all parameters. The legowo 2:1 cropping system has an effect on grain productivity. The highest grain productivity was achieved by the inpari 32 variety, namely 7.0 tonnes gkp/ha with the legowo 2:1 cropping system.
INTISARI
Produksi beras terus diupayakan untuk ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dengan berbagai inovasi teknologi diantaranya varietas unggul dan sistem tanam yang direkomendasikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Penelitian ini dilaksanakan pada agroekosistem rawa lebak tengahan di Palembang Sumatera Selatan. Perlakuan yang diterapkan terdiri dari dua varietas unggul dan dua system tanam. Varietas unggul padi yang diterapkan yaitu Inpari 32 dan Inpari IR Nutri Zinc dengan system tanam tegel dan legowo 2:1. Tujuan dari penelitian untuk mendapatkan varietas padi yang adaptif dan produktivitas tinggi dengan sistem tanam yang lebih baik serta preferensi petani terhadap varietas dan system tanam. Parameter yang diamati terdiri dari tinggi tanaman saat panen, jumlah anakan produktif, Panjang malai, jumlah gabah/malai, jumlah gabah bernas/malai, jumlah gabah hampa/malai dan produktivitas gabah. Data yang diperoleh disusun secara tabulasi dan dianalisis dengan statistic uji T (Independent samples T test) menggunakan program SPSS. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman saat panen, dan panjang malai. Sistem tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman saat panen dan produktivitas. Kemudian interaksi varietas dengan system tanam berpengaruh nyata terhadap semua paramerter. Sistem tanam legowo 2:1 berpengaruh terhadap produktivitas gabah. Produktivitas gabah tertinggi dicapai oleh varietas Inpari 32 yaitu 7,0 ton gkp/ha dengan system tanam legowo 2:1.
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, S., I. S., & A.Taher. (2000). Teknologi P-starter dengan sistem tanam bershaf(Teknologi Shafter). Sosialisasi Teknologi Pertanian. BPP Buayan Kecamatan Batang Anai Sumatera Barat, 28 Oktober 1999: BPTP Sukarame.
Badan Litbang Pertanian. (2021). Deskripsi varietas unggul baru. Jakarta.
Basri, H. (2018). Evaluasi Dampak Demplot Sistem Tanam Jajar Legowo. Jurnal AgroSainTa, 55-62.
BPS. (2015). Luas lahan menurut penggunaan di Sumatera Selatan. Palembang.
Karman, J., Suparwoto, & Waluyo. (2021). Adaptation of Situ Bagendit, Rindang 1 and Rindang 2 Varieties in Shallow Swamp Ogan Komering llir District South Sumatera. International Conference On Agribusiness And Rural. Yogyakarta, Indonesia.
Misran. (2013). Percepatan peningkatan produksi padi sawah melalui umur bibit. Jurnal Dinamika Pertanian Volume XXVIII Nomor 3 Desember 2013 (175 - 180 ), 175-180.
Misran. (2014). Studi Sistem Tanam Jajar Legowo terhadap Peningkatan Produktivitas Padi Sawah. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 14(2), 106-110.
Putra, S., & Haryati. (2018). Kajian Produktivitas dan Respon Petani terhadab VUB Padi di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 21 (1).
Sari, N.D, Sumardi, & E.Suprijono. (2014). Pengujian beberapa tipe tanam jajar legowo terhadap hasil padi sawah. Jurnal Akta Agrosia 17 (2) (Desember 2014), 115-124.
Soemantri,R.U, & Syahri. (2015). Preferensi Petani di Lahan Rawa Lebak Sumatera SelatanTerhadapPadi Varietas Unggul Baru (VUB)Hasil Litbang Pertanian (Studi Kasus: Poktan Sinar Sakti Desa Lubuk Sakti Kecamatan IndralayaKabupatenOgan Ilir).Jurnal lahan suboptimal.
Suhendrata, T. (2017). Pengaruh Jarak Tanam Pada Sistem Tanam Jajar Legowo Terhadap Pertumbuhan, Produktivitas Dan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. SEPA 13 (2), 188 – 194 .
Suparwoto, Harnisah, & Waluyo. (2019). Kajian Empat Varietas Unggul Padi dengan Sistem Tanam Jarwo 2 : 1 di Lahan Rawa Lebak Desa Sukarame Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Palembang: Unsri.
Suryana. (2016). Potensi dan Peluang Pengembangan Usahatani Terpadu Berbasis Kawasan Di Lahan Rawa. Litbang pertanian.
Susanti,I, F.N.Azis, & Moh.Saeri. (2020). Penggunaan Varietas Unggul Baru Padi (Vub)Sebagai Cara Untuk Peningkatanproduktivitas Dan Pendapatan Petani. Gontor AGROTECH Science Journal.
DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3216
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172














