ANALISIS PENDAPATAN PETANI DAN NILAI TAMBAH KOPRA DI KABUPATEN BANYUASIN

Defy Angrainy H, Muhammad Yazid, Agustina Bidarti

Abstract


This study aims to determine the income and added value obtained by copra farmers. This research was conducted in Teluk Payo Village, Banyuasin II District and Sritiga Village, Sumber Marga Telang District, Banyuasin Regency from August 2022 to December 2022. Maintenance of the research location was carried out purposively considering that Banyuasin Regency has the largest coconut plantation area and the highest coconut production in South Sumatera Province. Banyuasin II Subdistrict, represented by Teluk Payo Village and Sumber Marga Telang Subdistrict, Sritiga Village, is included in the Banyuasin Regency area which produces round and peeled coconuts and processing their derivative products. . The selection of respondents was carried out using the Random Sampling Method. The data analysis used is income and added value analysis (Hayami Method) using Microsoft Excel analysis tools. The results showed that the added value of copra processing Based on the testing criteria for the added value of processing coconut into copra in Teluk Payo Village and Sritiga Village had a very high added value of 48.70%, namely > 40 percent or having a percentage above 40 percent. The income earned by farmers who process coconuts into copra is IDR 4,747/kg, while the total income for farmers who sell coconuts in the form of logs with an amount equivalent to 1 kg of copra, namely 4 coconuts, is IDR 1,005.50/kg. This shows that copra farming carried out by copra farmers is very profitable.

 Keywords: added value of copra, income, productivity, profit

 INTISARI

Kelapa memiliki  banyak potensi yang belum dimanfaatkan karena dalam proses pemanfaatan kelapa, petani  mempunyai beberapa kendala terutama kendala dari segi teknologi, permodalan dan daya serap pasar yang belum merata. Selain Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh petani kopra . Penelitian ini dilakukan di di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II dan Desa Sritiga Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin pada ulan Agustus 2022 sampai Desember 2022. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) mengingat Kabupaten Banyuasin memiliki lahan perkebunan kelapa terluas dan produksi kelapa tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Kecamatan Banyuasin II yang diwakili Desa Teluk Payo dan Kecamatan Sumber Marga Telang Desa Sritiga termasuk dalam wilayah Kabupaten Banyuasin yang memproduksi kelapa bulat dan kelapa kupas serta pengolahan produk turunannya di Kabupaten Banyuasin penelitian sebanyak 90 responden petani kelapa yang termasuk didalamnya 32 responden petani yang melakukan pengolahan kopra. Penentuan responden dilakukan dengan Metode Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan nilai tambah (Hayami Metode) menggunakan alat analisis microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pengolahan kopra Berdasarkan kriteria pengujian nilai tambah pengolahan kelapa menjadi kopra di Desa Teluk Payo dan Desa Sritiga mempunyai nilai tambah yang sangat tinggi yakni  sebesar 48,70% yakni > 40 persen atau memiliki presentase di atas 40 persen. Penerimaan yang diperoleh petani yang mengolah kelapa menjadi kopra adalah sebesar Rp4.747/kg, sedangkan total penerimaan petani yang menjual kelapa dalam bentuk gelondongan dengan jumlah yang setara dengan 1 kg kopra yakni 4 butir buah kelapa adalah Rp1.005,50/kg. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani kopra yang dilakukan oleh petani kopra sangatlah menguntungkan.

 Kata kunci: nilai tambah kopra, pendapatan, produktivitas, keuntungan


Full Text:

PDF

References


Bakce, D., Riadi, R. and Rano 2022. Potensi Wilayah Dan Analisis Pendapatan Usaha Kopra Putih di Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Agribisnis 24(2), Pp. 210–218.

Dahar D dan Maharini. 2018. Analisis Nilai Tambah Kopra di Kecamatan Patilanggio Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. JSEP . 11(2).31-35.

Hayami Y., Thosinori, M., dan Masdjidin S. 1987. Agricultural Markerting and Processing in Upland Java: A prospectif From A Sunda Village. Bogor

Herdiyandi, Rusman Y., Yusuf M.N. 2016. Analisis Nilai Tambah Agroindustri Tepung Tapioka di Desa Negaratengah Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya (Studi Kasus PadaSeorang PengusahaAgroindustri Tepung Tapioka di Desa Negaratengah Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya). 2(2).81 – 86.

Hubeis, M. 1997. Menuju Industri Kecil Profesional di Era Globalisasi Melalui Pemberdayaan Manajemen Industri. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Manajemen Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Pertanian Bogor.

Mahmud, Z. and Ferry, Y. 2015. Prospek pengolahan hasil samping buah kelapa. Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri 4(2), pp. 55–63.

Nainggolan, H.L., Gulo, C.K., Waruwu, W.S.S., Egentina, T. and Manalu, T.P. 2021. Strategi Pengelolaan Usahatani Kelapa Sawit Rakyat Masa Pandemi Covid-19 di Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Agro Bali : Agricultural Journal 4(2), pp. 260–275. doi: 10.37637/ab.v4i2.724.

Neeke, H.,Antara, M., Laapo, A. 2015. Analisis Pendapatan dan Nilai Tambah Kelapa Menjadi Kopra di Desa Bolubung

Nublina, D., Sofyan, S. and Rahmaddiansyah, R. 2016. Analisis Nilai Tambah Buah Kelapa dan Kelayakan Usaha Minyak Goreng Kelapa Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian 1(1), pp. 596–606. doi: 10.17969/jimfp.v1i1.855.

Pohan, I.P., L.Sihombing, , T. Sebayang . 2012. Analisis Nilai Tambah dan Pemasaran Kopra (Kasus Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan). Jurnal. USU.

Pratama, G. 2016. Pelaksanaan Program Pengembangan Kawasan Aropolitan Kecamatan Baros Kabupaten Serang. Universitas Sultan Agung Tritayasa.

Sriwana, I.K., Santosa, B., Tripiawan, W. and Maulanisa, N.F. 2022. Analisis Nilai Tambah Untuk Meningkatkan Keberlanjutan Rantai Pasok Agroindustri Kopi Menggunakan Hayami. JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri 9(2), p. 113. doi: 10.24853/jisi.9.2.113-122.

Susilowati, R. and Afiza, Y. 2020. Analisis Usaha dan Nilai Tambah Arang Tempurung Kelapa di Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Agribisnis 9(2), pp. 73–82. doi: 10.32520/agribisnis.v9i2.1459.

Taipabu, L.I.F., Saediman and Fyka, S.A. 2018. Analisis Nilai Tambah Pengolahan Kopra di Desa Waepandan Kecamatan Kepala Madan Kabupaten Buru Selatan. Jurnal Ilmiah Agribisnis 3(3), pp. 74–78. Available at: http://ojs.uho.ac.id/index.php/JIA/article/view/7833.

Wa Ode Dian Purnamasari 2022. Analisis Nilai Tambah Kelapa Menjadi Kopra dan Arang Tempurung di Desa Kakenauwe Kabupaten Buton. Jurnal Media Agribisnis 8479(1), pp. 121–128.

Winarno, F. G, 2014. Kelapa Pohon Kehidupan. Jakarta: PT Granmedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3322

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .

 E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172