KARAKTER VEGETATIF DAN GENERATIF DUA VARIETAS JAGUNG LOKAL DI TANAH ULTISOL
Abstract
White corn and glutinous corn are two varieties of corn plants that differ in texture and usage. White corn is generally used as the main food ingredient or raw material for the food industry, while glutinous corn is more often processed into traditional food or snacks. Both varieties of corn were grown on ultisols, which are generally low fertility and high acidity soils. To support optimal growth of corn plants on ultisol soil, applying urea fertilizer is an important step. Urea fertilizer contains high nitrogen which plays a role in stimulating plant vegetative growth, so that it can help corn plants overcome environmental challenges on less fertile ultisol soils. By applying urea fertilizer correctly and proportionately, the growth of roots, leaves and corn stalks can be increased, so that the yield potential also increases. Urea fertilizer helps plants absorb nitrogen which is essential for the formation of protein and chlorophyll, and supports the process of photosynthesis which is important for plant food production. So in this study, the authors made a study of the vegetative and generative characters of two local maize varieties on ultisol soil. This study aims to determine and observe the vegetative and generative characters of corn plants using ultisol soil. The results of this study are by using ultisol soil as a planting medium and adding urea fertilizer, corn yields increase and provide good yields.
Keywords: Ultisol Soil, White Corn, Glutinous Corn, Urea Fertilizer, Randomized Block Design (RAK)
INTISARI
Jagung putih dan jagung ketan merupakan dua varietas tanaman jagung yang memiliki perbedaan dalam tekstur dan penggunaannya. Jagung putih umumnya digunakan sebagai bahan pangan utama atau bahan baku industri pangan, sedangkan jagung ketan lebih sering diolah menjadi makanan tradisional atau makanan ringan. Kedua varietas jagung ini ditanam pada tanah ultisol, yang merupakan jenis tanah yang umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah dan keasaman tinggi. Untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman jagung di tanah ultisol, pemberian pupuk urea menjadi salah satu langkah penting. Pupuk urea mengandung nitrogen tinggi yang berperan dalam memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, sehingga dapat membantu tanaman jagung mengatasi tantangan lingkungan pada tanah ultisol yang kurang subur. Dengan pemberian pupuk urea secara tepat dan proporsional, pertumbuhan akar, daun, dan tangkai jagung dapat ditingkatkan, sehingga potensi hasil panen juga meningkat. Pupuk urea membantu tanaman menyerap nitrogen yang esensial bagi pembentukan protein dan klorofil, serta mendukung proses fotosintesis yang penting bagi produksi makanan tanaman. Jadi pada Penelitian ini, penulis membuat sebuah Penelitian tentang karakter vegetatif dan generatif dua varietas jagung lokal di tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan melihat karakter vegetatif dan generatif tanaman jagung dengan menggunakan tanah ultisol. Hasil Penelitian ini yaitu dengan menggunakan tanah ultisol sebagai media tanam dan ditambah dengan pupuk urea, hasil Tanaman jagung meningkat dan memberikan hasil panen yang bagus.
Kata Kunci: Tanah Ultisol, Jagung Putih, Jagung Ketan, Pupuk Urea, Rancangan Acak Kelompok (RAK)
Full Text:
PDFReferences
B.H Prasetyo, D. . S. (2016). Karakteristik, potensi, dan teknologi pengelolaan tanah ultisol untuk pengembangan pertanian lahan kering di Indonesia. Litbang Pertanian, 2(25), 39–47.
Hasdar, M., Wadli, W., & Meilani, D. (2021). Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Kelompok pada pH Gelatin Kulit Domba Dengan Pretreatment Larutan NaOH. Journal of Technology and Food Processing (JTFP), 1(01), 17–23. https://doi.org/10.46772/jtfp.v1i01.338
Kartikasari, dwi R., Lukiawati, R. D., & Widjajanto, W. D. (2022). Pertumbuhan dan Produksi Jagung Pulut (Zea mays ceritana) dengan Pemupukan Anorganik dan Pupuk Kandang diperkaya N-Organik dan P-Alam. Jurnal Agrotek, 6(1), 30–38.
Khasanah, V. R., Nelvia, & Wawan. (2020). Sifat Kimia Ultisol dan Pertumbuhan Gaharu sebagai Intercropping di Lahan Kelapa Sawit yang Diaplikasikan Kompos dan Biochar TKKS. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika, 2(2), 68–85.
Nurhayati, Asmawati, Ihromi, S., Marianah, & Saputrayadi, A. (2020). Penyuluhan Gizi dan Pelatihan Pengolahan Produk Berbasis Jagung Sebagai Upaya Meminimalisir Stunting di Desa Labuapi Kabupaten Lombok Barat. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 4(5), 8–10. Retrieved from http://journal.ummat.ac.id/index.php/jmm
Saputra, J. A. (2018). Analisis Hasil Hibridisasi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata) dan Jagung Ketan (Zea Mays Ceratina) Menggunakan metode persilangan Buatan Jurnal Agroteknologi, 3(1), 55–63.
Silitonga, Y. W., & Mahmud, A. (2019). Potensi Hasil Jagung Putih (Zea mays L) di Padangsidempuan Sumatera Utara. Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, 4(2), 68. https://doi.org/10.31604/jap.v4i2.1009
Syahmad Rahmayanna, Suria Darma. (2021). Majemuk pada Lahan Pasca Tambang Batubara. Program Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman , Samarinda. AGRIFOR, XX(1), 35–46.
Ultisol, D. I. T. (2006). Kebutuhan hara kalium tanaman kedelai di tanah ultisol. 6(2), 71–81.
Wika Winana Syahputri, Hot Setiado, K. L. (2018). Studi Karakteristik Jagung Introduksi dan Beberapa Varietas Jagung Lokal. Agroteknologi FB USU, 6(2), 209–214.
DOI: http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v25i3.3345
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
E-ISSN 2528-1488; P-ISSN 1411-0172














